Salah satu penumpang yang duduk di depan Bobby di pesawat Korean Air memberikan pernyataannya.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 10 Januari 2015 - 11:17 WIB
WowKeren - Rabu (7/1), Bobby Kim berurusan dengan polisi di San Fransisco akibat dituduh telah melecehkan pramugari karena mabuk. Kasus ini ternyata berbuntut panjang. Agensi yang menaungi Bobby mengklaim bahwa sebagian wawancara Korean Air adalah palsu.
Melalui wawancara, Korean Air mengklaim bahwa Bobby sebelumnya sudah tahu kalau tiketnya salah dan mengatakan bahwa penyanyi berusia 41 tahun ini seharusnya sudah menyelesaikan hal tersebut sebelum berangkat. Agensi Bobby menegaskan sudah mencoba menyelesaikan masalah tiket sebelum naik pesawat. Namun, karena ada penundaan penerbangan, Bobby terpaksa naik pesawat meski tiketnya salah.
"Wawancara dengan juru bicara Korean Air adalah tidak benar. Korean Air melakukan kesalahan dalam tiketing dan mereka mengakuinya. Saat Bobby bersikeras mengatakan, 'Jika tak ada kursi di kelas bisnis, maka ubah kursi untukku', masalah itu belum terselesaikan," beber agensi Bobby. "Di pintu gerbang dia terus mengatakan bahwa ada kesalahan tiket. Akhirnya Bobby mengatakan, 'Untuk saat ini, aku akan duduk di kelas ekonomi'."
Penyataan agensi Bobby rupanya diperkuat dengan penumpang lain. Seorang penumpang yang duduk di depan Bobby dalam pesawat, bersaksi bahwa penyanyi bernama asli Kim Do Kyun tersebut bukan satu-satunya yang bermasalah.
"Ada penumpang lain selain Bobby yang juga bermasalah dengan kursi pesawat. Tapi wanita ini berhasil pindah dari kelas ekonomi ke kelas bisnis. Melihat itu, Bobby memprotes," ungkap si penumpang. Saksi tersebut kemudian menyatakan bahwa Bobby tidak meminta wine disajikan tepat saat dia duduk.
"Hal yang aneh adalah, seharusnya mereka berhenti memberinya wine, tapi mereka malah terus melayaninya," tambah penumpang tersebut saat menjelaskan bagaimana kejadian Bobby mabuk. "Bobby benar-benar kelihatan sudah mabuk, tapi Korean Air tetap melayaninya dengan wine."
Tentang sikap Bobby selama penerbangan, saksi ini menyatakan bahwa Bobby meminta wine dengan sopan. "Aku duduk di depan dia, sehingga dapat mendengar jelas percakapannya. Dia tak berbicara dengan lantang kok. Kalau dia berteriak pasti semua penumpang mendengar," ujar penumpang ini.
Di akhir pernyataannya, penumpang tersebut menjelaskan bagaimana tuduhan pada Bobby tentang pelecehan pramugari. "Bobby bertanya berapa lama pramugari itu tinggal di San Francisco. Dia juga bertanya nomer telepon atau apakah pramugari tersebut punya pacar," ungkap saksi.
Sementara itu, netter pun mulai berspekulasi tentang kasus tersebut. Sebagian besar tampaknya mengganggap baik Bobby maupun Korean Air memang bersalah.
(wk/)