Jarak pandang menjadi salah satu penyebab sulitnya tim penyelam menghitung sisa jenazah di pesawat AirAsia QZ8501.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 24 Januari 2015 - 13:03 WIB
WowKeren - Tim evakuasi gabungan Basarnas hingga saat ini masih terus berfokus mencari sisa jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang pada 28 Desember 2014 lalu. Hingga hari ke-27 proses evakuasi, tim Basarnas telah menemukan total 65 jenazah korban.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Operasional Basarnas Marsekal Pertama TNI, S.B Supriyadi di Landasan Udara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Ditemui pada Jumat (23/1), ia menjelaskan bahwa saat ini tim penyelam telah menemukan enam korban.
"Hari ini ditemukan lagi enam korban. Sebanyak 63 jenazah sudah ada di Surabaya, dan di Pangkalan Bun ada dua jenazah," kata Supriyadi. Ia menambahkan bahwa enam jenazah tersebut ditemukan di bagian dalam badan pesawat yang berada di kedalaman 28 meter bawah laut.
Sementara itu, tim penyelam melaporkan bagian badan pesawat terlihat sudah hancur dan banyak kabel berserakan. "Penyelam juga berusaha menyingkirkan serpihan dan rongsokan yang ada di kabin sehingga nantinya bagian dalam badan pesawat bisa terlihat, termasuk kemungkinan adanya jenazah lain," ucapnya.
Rupanya jarak pandang menjadi salah satu kendala bagi para tim penyelam. Karena itulah, penyelam tidak bisa memperkirakan sisa jenazah yang masih berada di badan pesawat. "Saat penyelam mau masuk kabin juga terhalang kabel dan serpihan dalam badan pesawat," jelasnya.
Supriyadi mengatakan tim evakuasi akan kembali melakukan penyelaman untuk mencari sisa korban. Di wilayah evakuasi, telah disiagakan empat kapal yaitu KRI Banda Aceh, KRI Teluk Sibolga, KRI Soputan, dan Crest Onyx. Sebanyak 73 penyelam juga diterjunkan selama evakuasi berlangsung.
(wk/)