Ilmuwan menemukan bahwa ternyata jerapah punya keluarga berleher pendek bernama Okapi yang makan dari dedaunan tak tinggi.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 10 Oktober 2015 - 15:45 WIB
WowKeren - Pernahkan Anda bertanya-tanya bagaimana jerapah memiliki leher yang sangat panjang? Beragam cerita dan mitos mungkin telah Anda dengar, namun inilah jawaban para ilmuwan setelah melihat hasil penelitian terbaru.
Sebuah penelitian dari fosil para pendahulu jerapah telah dilakukan. Ilmuwan menemukan bahwa ternyata jerapah punya keluarga berleher pendek bernama Okapi yang makan dari dedaunan tak tinggi.
Dengan memeriksa tulang leher dari 71 binatang berbeda yang termasuk dalam 11 spesies jerapah yang berbeda (termasuk jerapah masa kini), Melinda Danowitz dan rekan-rekannya menemukan bahwa nenek moyang jerapah sudah memiliki leher sedikit lebih panjang dari yang diharapkan, menurut National Geographic. Itu berarti bahwa pemanjangan leher dimulai lebih dari 16 juta tahun lalu, sebelum pengelompokan untuk giraffe-Giraffidae dimulai untuk binatang berkaki empat ini.
Pada sekitar 16 juta tahun yang lalu, tulang keturunan jerapah berevolusi. Di satu sisi, tulang belakang menyusut sementara di sisi lain mereka semakin panjang. Inilah sebabnya mengapa jerapah modern dan Okapi memiliki tinggi badan yang berbeda.
Jerapah pertama dengan leher panjang muncul pada sekitar 7,5 juta tahun lalu setelah evolusi yang sangat panjang pula. Dari generasi ke generasi, tulang leher jerapah tertua semakin panjang baik dari atas atau bawah. Tapi jerapah berleher panjang modern adalah satu-satunya yang membentang di kedua arah tulang belakangnya sehingga memiliki tubuh panjang yang banyak dilihat saat ini.
(wk/)