Sekjen PBB, Ban Ki Moon menyambut baik kesepakatan damai Jepang-Korsel terkait perbudakan seks pada masa Perang Dunia II.
- Tim WowKeren
- Selasa, 29 Desember 2015 - 13:56 WIB
WowKeren - Perang Dunia II pada 1930-an silam tampaknya masih menjadi sejarah yang memilukan bagi sejumlah negara. Salah satunya adalah Korea Selatan di mana banyak dari warganya terutama wanita menjadi korban kejahatan perang.
Wanita-wanita Korsel kala itu sempat menjadi budak seks oleh negara tetangganya, Jepang. Setelah puluhan tahun berlalu, kedua negara akhirnya sepakat untuk menyelesaikan konflik masa lalu tersebut.
Belum lama ini, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe telah menyampaikan permintaan maafnya secara resmi atas kejahatan itu. Hal tersebut tentu akan menjadi babak baru bagi hubungan bilateral kedua negara yang sempat tegang selama ini.
Kesepakatan damai Jepang-Korsel ini pun disambut baik oleh Sekjen PBB, Ban Ki Moon. Melalui juru bicaranya, ia menegaskan tentang pentingnya negara-negara di Asia Timur untuk membangun hubungan yang berorientasi masa depan.
"Kesepakatan itu akan memberi sumbangan bagi peningkatan hubungan bilateral antara kedua negara," kata juru bicara Ban Ki Moon. "Sekretaris Jenderal telah menegaskan pentingnya semua negara Asia Timur-laut untuk membangun hubungan yang berorientasi masa depan, dengan dasar pengakuan sejarah."
Sementara itu, permintaan maaf bukan satu-satunya kesepakatan yang ditawarkan Jepang. Perdana Menteri Shinzo Abe juga berniat mengalokasikan dana untuk membantu Korsel membuat landasan yang mendukung mantan budak seks.
(wk/)