Bencana Kelaparan Makin Parah di Suriah, PBB Dianggap Ingkar Janji
Dunia

Harga beras tak masuk akal dan sulit mendapat bantuan makanan, warga Kota Madaya, Suriah mengalami kelaparan parah.

WowKeren - Kejahatan kemanusiaan kembali dilaporkan sedang terjadi di wilayah Madaya, Suriah. Ribuan warga yang menempati kota tersebut terpaksa hidup di tengah-tengah bencana kelaparan parah.

Sejak beberapa bulan lalu, sekitar Juli 2015, milisi Hisbullah yang menduduki Kota Madaya telah mencegah bantuan kemanusiaan seperti makanan dan pakaian masuk ke sana. Akibatnya sebagian besar warga termasuk anak-anak kelaparan dan mengalami gizi buruk.

Ironisnya, hingga hari ini, Sabtu (9/1) sama sekali belum ada bantuan makanan sampai ke Madaya. Padahal sebelumnya pada 7 Januari kemarin, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan telah mendapatkan izin untuk mengirimkan bahan makanan dan bantuan ke Madaya.

Terkait kejelasan waktu pengiriman bantuan, badan UNHCR PBB mengaku belum mendapatkan tanggal pasti. Seorang perwakilan UNHCR, Adrian Edwards menjelaskan pihaknya akan mengumumkan jika PBB telah berhasil membawa bahan makanan ke Madaya.


"Situasi di Madaya sangat mengkhawatirkan. Tak ada satu pun bantuan yang terkirim ke sana sejak Oktober," kata Adrian. "Kami belum punya tanggal pasti untuk diumumkan. Kami akan mengumumkannya saat bantuan sudah berhasil di kirim ke area-area yang terkena bencana kelaparan."

Sementara itu, selama menduduki Madaya, Hizbullah dikenal sangat kejam dan menerapkan peraturan yang ketat. Mereka bahkan memasang ranjau dan kawat berduri mengelilingi Kota Madaya.

Tak hanya itu, kelaparan dan gizi buruk yang dialami warga juga dilaporkan lantaran harga kebutuhan pokok yang tidak masuk akal. Sebut saja harga beras yang kabarnya dibandrol dengan harga Rp 1,2 juta hingga Rp 3,5 juta per kilogram.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait