Kapolri Badrodin Haiti menyebut salah satu yang ditangkap telah menerima dana dari ISIS.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 16 Januari 2016 - 20:02 WIB
WowKeren - Usai terjadi serangan teror di Sarinah pada Kamis (14/1) lalu, kepolisian tampaknya mulai bertindak cepat. Aparat mulai aktif memburu otak di balik aksi teror yang menewaskan 7 orang dan puluhan warga luka-luka.
Setelah mengidentifikasi 4 orang diduga pelaku teror, polisi kembali mengamankan 12 orang terduga teroris. Belasan orang yang diduga terkait dengan peledakan bom di Thamrin tersebut ditangkap dari sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur.
Dari hasil penangkapan, polisi menemukan barang bukti berupa senjata api laras pendek, pistol dan revolver, 6 buah magazen (alat penyimpanan amunisi), 5 buah ponsel dan sebuah sepeda motor. Kapolri Badrodin Haiti juga menyebut jika salah satu diantara mereka telah menerima dana dari ISIS.
"Penangkapan itu merupakan hasil pengejaran dari tanggal kejadian sampai hari ini," kata Badrodin Haiti di Mabes Polri. "Salah satu dari yang ditangkap ini telah mendapatkan transfer dana dari ISIS untuk membiayai operasinya."
Sementara ini, 12 orang terduga teroris masih diperiksa Densus 88. Badrodin Haiti mengatakan, pihaknya masih memperlukan waktu setidaknya sepekan untuk membuktikan keterlibatan mereka dengan aksi teror di Thamrin.
(wk/)