Apa yang membuat Hengky hingga mencurahkan isi hatinya ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)?
- Tim WowKeren
- Selasa, 19 Januari 2016 - 10:32 WIB
WowKeren - "Black Honeymoon" merupakan film kedua yang diproduseri oleh Hengky Kurniawan. Tak hanya sebagai produser, Hengky rupanya juga menjadi pemain, penulis skenario sekaligus sutradara. Sayang, film yang dibintangi oleh Nikita Mirzani, Raffi Ahmad dan Terry Putri itu justru gagal di pasaran.
Mendapatkan hasil yang kurang memuaskan, Hengky pun curhat ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurut Hengky, tempat pemutaran film kurang mendukung usaha para produser yang ingin memberikan karya bagus dan berkualitas.
"Aku mewakili produser muda. Kami ingin curhat terkait film dan musik ke DPR," kata Hengky saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (18/1). "Kami ini kan produser baru, semangat bikin film. Namun melihat industri yang ada malah nggak mendukung film lokal. Tayang perdana dibatasi jumlah bioskopnya, itu yang bikin kapok."
Hengky pun menjelaskan jika produksi film terdiri sekitar 40-60 orang tim produksi. Karena itu, ia ingin mendapatkan kesempatan agar film-film lokal juga berhak mendapatkan hak siar hingga modalnya kembali.
"Saya baru pulang dari Malaysia, pemerintah di sana ngasih dukungan terhadap produser lokal, laku nggak laku, dua minggu," lanjut Hengky. "Jumlah bioskop rata semua. Enak juga ya di sana. Makanya, kedatangan kami ke DPR ini ingin curhat."
Sementara itu, kegagalan film "Black Honeymoon" sempat disebut-sebut karena kasus prostitusi yang menimpa Nikita. Selama enam hari penayangannya di bioskop, film tersebut hanya berhasil meraih angka 6.821 penonton saja.
(wk/)