Sindikat narkoba menunjukkan kekejamannya dengan mulai berani menyerang aparat polisi saat penggerebekan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 20 Januari 2016 - 08:19 WIB
WowKeren - Penggerebekan yang dilakukan oleh petugas polisi di salah satu rumah pengedar narkoba di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Senin (18/1) berakhir maut. Pasalnya penggerebekan tersebut menewaskan Bripka Taufik yang menceburkan dirinya ke Sungai Ciliwung lantaran dikeroyok warga.
Jenazah Bripka Taufik sendiri ditemukan pada Selasa (19/1) di Cideng, Jakarta Pusat. Selain Bripka Taufik, seorang anggota polisi Iptu Haryadi Prabowo juga mengalami luka bacok dalam penggerebekan tersebut.
Dengan adanya penyerangan aparat, sindikat narkoba di kawasan Matraman membuktikan bahwa mereka tak hanya berani mengedarkan narkoba. Kini mereka bahkan berani melawan aparat yang melakukan penggerebekan.
Perlawanan yang terjadi disebut merupakan provokasi dari tersangka AM. AM inilah yang bertugas untuk mengawasi jika polisi datang dan melakukan penggerebekan.
"AM ini termasuk sindikat narkoba. Dia yang bertugas memprovokasi massa kalau ibunya mau ditangkap polisi," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Nasriadi, Selasa (19/1).
Sementara itu, menurut Kepala Subbagian Humas Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Husaimah, pelaku yang menyerang petugas diduga warga asal Komplek Berlan. Pihak kepolisian kini telah mengamankan enam warga, salah satunya yakni AM yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara lima lainnya masih berstatus saksi.
"Pelakunya warga sekitar, di Berlan," ujar Husaimah. "Yang lagi kita kejar ada 12 orang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita tangkap," imbuhnya.
(wk/)