Dijadikan Alasan Pulang Cepat, Ahok Hentikan Operasional Bus PNS DKI
Nasional

Bus jemputan PNS DKI juga kerap dijadikan praktik bullying senior ke junior.

WowKeren - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah memutuskan untuk menghentikan operasional bus jemputan untuk PNS di DKI Jakarta. Keputusan tersebut akan mulai berlaku pada 25 Januari mendatang.

Penghentian itu dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta karena beberapa alasan. Salah satunya adalah karena kedatangan bus jemputan kerap dijadikan alasan bagi pada PNS untuk pulang lebih awal.

Sebagai contoh, PNS DKI sebagian besar sudah bersiap dan antri absen pada pukul 15:30 padahal jam pulang seharusnya adalah pukul 16:00. Alasannya, mereka ingin pulang lebih cepat karena bus jemputan berangkat pada pukul 16:00.


"Udah sekarang busnya mendingan kami tarik buat angkutan umum aja," ujar Ahok. "Jadi selalu alasan tidak mau kerja lagi karena busnya akan berangkat. Kalau kamu pengin pulang cepat, minta pindah kerja deket kelurahan kamu aja."

Tak hanya itu, Ahok juga menemukan adanya praktik bullying di dalam bus tersebut. Ternyata PNS junior sering tidak mendapat tempat duduk karena tidak diijinkan senior.

"Saya ada grupnya, ada gank-nya nih. Udah kaya gank membership, yang PNS muda nggak bisa naik di-bully," pungkas Ahok. "Karena ini kursi punya si A si B. Terus kalau ada yang penumpang biasa naik, boleh gak? Boleh, dipungutin duit."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait