Ruben Onsu Alami Penurunan Kesehatan di Tengah Gugatan Hak Asuh Anak
Instagram/Ruben Onsu/Instagram
Selebriti

Kesehatan Ruben Onsu menurun saat berjuang untuk hak asuh anak dari Sarwendah.

WowKeren - Kondisi kesehatan presenter dan pengusaha Ruben Onsu dikabarkan mengalami penurunan seiring dengan upayanya untuk mendapatkan hak asuh kedua anaknya dari Sarwendah. Hal ini menambah deretan drama perseteruan antara mantan pasangan suami-istri tersebut. Pengungkapan ini datang dari Nanda Persada, mantan manajer sekaligus sahabat Ruben, yang baru-baru ini menjenguknya setelah Ruben pulang dari umrah.

Dalam pernyataannya, Nanda mengatakan, "Ruben, aku lihat dia banyak pikiran ya. Banyak pikiran, terlihat stres juga. Terlihat kurang sehat, dan capek." Ia menyebutkan bahwa Ruben mengungkapkan perasaannya mengenai situasi yang sedang dihadapinya, "Gue capek dengan kayak begini ini. Hal yang tidak membuat gue bangga, tidak membuat gue senang, malah sedih," tuturnya.

Nanda juga menjelaskan bahwa kondisi mental dan fisik Ruben sangat memprihatinkan. "Pokoknya dari segi mental dan fisik deh. Kayak capek banget begitu Ruben," lanjut Nanda. Ia menambahkan bahwa Ruben merasa terpaksa untuk berbicara di media sosial karena merasa komunikasi dengan Sarwendah tidak berjalan baik, dan ada banyak hal yang perlu dijelaskan kepada publik.


Saat ini, Ruben Onsu dan Sarwendah sedang berseteru mengenai hak asuh anak mereka. Ini merupakan pertama kalinya mereka terlibat dalam perselisihan hak asuh, mengingat sebelumnya, saat mereka bercerai pada tahun 2024, tidak ada masalah yang sama terkait pengasuhan anak. Ruben mengajukan gugatan hak asuh setelah merasa tidak mendapatkan haknya sebagai ayah sesuai kesepakatan yang dibuat saat perceraian, yaitu waktu bersama anak-anak selama 2-3 hari dalam seminggu.

Setelah berbulan-bulan tidak mendapatkan haknya dan merasa dihalangi oleh Sarwendah, Ruben memutuskan untuk menghentikan pengiriman nafkah sebesar Rp200 juta per bulan untuk anak-anak mereka. Tindakan ini memicu protes dari Sarwendah di depan publik. Gugatan hak asuh ini diajukan Ruben ke Pengadilan Negeri pada tanggal 30 Juni 2026, sehari sebelum ia kembali ke Indonesia pada 1 Juli 2026. Sidang pertama terkait kasus ini direncanakan berlangsung pada 15 Juli 2026.

Poin utama dalam gugatan Ruben adalah keinginannya untuk mendapatkan quality time yang rutin dengan anak-anaknya tanpa hambatan, yakni selama 2-3 hari dalam sepekan. Selain itu, gugatan ini juga dilatarbelakangi oleh kekhawatiran Ruben mengenai potensi pemanfaatan anak-anak untuk kepentingan komersial di media sosial, serta situasi lingkungan pengasuhan saat ini yang dianggap kurang mendukung perkembangan anak.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait