Pakar Hypnoterapi menyebut adanya keganjilan dan kebohongan dari pengakuan Jessica terkait fakta kasus Mirna.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 30 Januari 2016 - 15:17 WIB
WowKeren - Penetapan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka kasus kematian Mirna tampaknya masih menimbulkan tanda tanya. Namun, berdasarkan alat bukti yang dimiliki polisi, keputusan tersebut dianggap sudah sesuai.
Terlebih lagi, menurut penyidik, selama ini Jessica dinilai telah memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta. Jawaban-jawaban Jessica saat dimintai keterangan sebagai saksi dan usai ditetapkan menjadi tersangka nantinya akan diuji kembali konsistensinya.
"Keterangan J, pada saat diperiksa sebagai saksi, keterangan sangat inkonsisten dan tidak bersesuaian dengan fakta yang kami miliki," kata Kombes Krishna Murti. "Itu saat pemeriksaan sebagai tersangka akan kami konfirmasi. Apakah sama keterangan sebagai saksi, atau dia berikan keterangan lain."
Tak hanya kepolisian yang mencium adanya keganjilan dari pernyataan Jessica. Seorang pakar Hypnoterapi, Dewi P Faeni juga menduga ada kebohongan di balik gerak-gerik Jessica selama ini.
"Kalau dia tidak bersalah harusnya dia akan diam seperti saksi-saksi lainnya, kan tidak melakukan justifikasi di media-media," kata Dewi dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (30/1). "Eye movement-nya sangat cepat, ini suatu refleksi dari nervous. Terus sering melihat ke atas, itu berarti orang sedang berusaha membangun fakta, bisa jadi dia tidak mengatakan sesungguhnya."
Selain itu, Dewi menambahkan sejumlah keganjilan lain terkait pengakuan Jessica yang dianggap tidak sesuai dengan fakta. Hal itu diantaranya, cara-cara yang dilakukan Jessica melalui media dinilai sebagai tindakan beradu argumen dengan pihak kepolisian.
(wk/)