Layanan aplikasi taksi online tersebut dianggap Ahok sangat membantu masyarakat.
- Tim WowKeren
- Rabu, 23 Maret 2016 - 10:37 WIB
WowKeren - Demo anarkis yang dilakukan oleh para sopir taksi pada Selasa (22/3) rupanya sempat membuat Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, semakin ingin menutup layanan taksi online. Namun hal tersebut langsung ditolak oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang akrab disapa Ahok itu tidak sepakat dengan ide Jonan tersebut.
"Tidak bisa. Anda mau minta nutup online, mau ke zaman batu?" ujar Ahok dilansir CNN Indonesia pada Rabu (23/3). "Misal saya perusahaan pemerintah yang punya SMS dan agak sepi nih, terus WhatsApp dilarang karena merugikan saya yang SMS? Ini zamannya sudah berubah."
Menurut Ahok, layanan teknologi itu justru dapat menguntungkan masyarakat. Namun ia menyarankan agar ada pembayaran pajak penghasilan yang jelas dari setiap pengemudi taksi online.
"Kalau buat pajak ya harus jelas," lanjut Ahok. "Makanya mesti duduk bareng."
Sementara itu, demo atas aplikasi taksi online tersebut dilakukan oleh ratusan sopir taksi yang tergabung dalam Paguyuban Penumpang Angkutan Darat (PPAD). Mereka menuntut pembekuan perusahaan aplikasi yang menjadi perantara beroperasi angkutan online seperti Grab Taxi dan Uber Taxi. PPAD menilai perusahaan aplikasi tersebut telah melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Angkutan Jalan.
(wk/)