Netter menyoroti bagaimana para petani ditindas demi pertumbuhan industri.
- Tim WowKeren
- Kamis, 14 April 2016 - 16:26 WIB
WowKeren - Sembilan petani wanita Kendeng melakukan protes lewat aksi semen kaki di depan istana Negara pada Selasa (12/4). Hal tersebut dilakukan sebagai aksi protes atas pendirian pabrik semen yang pernah dilakukan satu tahun lalu di wilayah mereka.
Rabu (13/4) petang, cor-coran pada kaki sembilan wanita tersebut akhirnya dibongkar. Pembongkaran semen yang diiringi isak tangis tersebut menuai simpati dari netter.
Salah satu netter dengan akun Facebook bernama Farida Indriastuti membandingkan perempuan Kendeng ini dengan istri-istri anggota DPR. Beberapa waktu lalu, istri-istri anggota DPR memamerkan foto-foto liburan mereka di Jepang.

Dalam postingannya, Farida juga menyoroti bagaimana para petani ditindas demi pertumbuhan industri. Hal ini juga terjadi pada petani Kendeng yang tanah-tanah pertaniannya terancam oleh pabrik semen.
Petani Kendeng memilih menyemen kaki karena protes yang digelar di tenda-tenda Kendeng tak didengar. Kelompok masyarakat seputar pegunungan Kendeng, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), menyebut, menyemen kaki juga menjadi simbol nasib warga di sekitar pegunungan Kendeng yang akibat keberadaan pabrik semen tak hanya menghancurkan lingkungan dan sumber daya alam, pertanian dan sumber mata air, tetapi juga membelenggu hidup mereka.
(wk/)