Warga kini mengandalkan mata air di sekitar Kuil Aso yang dipercaya sebagai air suci.
- Tim WowKeren
- Senin, 18 April 2016 - 08:35 WIB
WowKeren - Penduduk Jepang yang tinggal di Perfektur Kumamoto dan Pulau Kyushu diguncang gempa bumi berkekuatan 6,7 Skala Richter Kamis (14/4) dan Sabtu (16/4) lalu. Akibatnya, warga harus meninggalkan rumah untuk mengungsi.
Sebuah kuil bagi penganut Shinto berusia 1700 tahun menjadi tempat penghiburan bagi warga Jepang di Pulau Kyushu. Meski menjadi tempat sandaran warga, kuil tersebut juga mengalami kerusakan yang cukup parah.
Gerbang kayu Kuil Aso yang ikonik itu rata dengan tanah. Ruang doa utama dalam keadaan miring. Genteng bangunan lain di kuil itu juga hancur lebur. Biksu senior di kuil tersebut, Hiroaki Uchimura, mengaku masih kaget dengan gempa yang menghancurkan kuil tersebut.
Setelah dilanda gempa, warga sekitar beramai-ramai berdoa yang mengumpulkan persembahan di kuil. Warga kini mengandalkan mata air di sekitar kuil dan mengambil air yang disalurkan lewat pipa bambu ke Kuil Aso.
"Ini adalah air suci," ujar warga bernama Daiji Matsunaga yang kedapatan membawa sepasang jerigen air, dilansir CBS, Senin (18/4). "Jadi, saya hanya akan menggunakannya untuk memasak nasi dan menyeduh teh hijau. Untuk mandi atau mencuci muka, saya dapat menggunakan air sungai."
(wk/)