11 Tahun Hidup di Bajaj, Kisah Ayah dan Anaknya Ini Menyentuh Publik
SerbaSerbi

Simak kisah pantang menyerah ayah dan anak yang harus tinggal selama hampir 11 tahun di bajaj.

WowKeren - Baru-baru ini kisah Riwayudin (54) dan anaknya Muhammad Irwan (11) atau Amat menyentuh publik. Ayah dan anak ini dikabarkan tinggal di atas bajaj selama hampir 11 tahun. Keduanya harus hidup berdua usai ditinggal ibu Amat yang meninggal dunia 11 tahun lalu.

Sebagai sopir bajaj, Wahyudin mengungkap jika pendapatannya tidak menentu. Apalagi ia masih harus memberikan setoran Rp 120 ribu. "Setorannya mahal. Rp 120 ribu sehari. Kadang nombok. Ngisi bahan bakar jauh juga. Nggak semua ada BBG. Ada lebihan Rp 30 ribu Alhamdulilah. Yang penting buat sekolah sama makan dia (Amat)," ujar Wahyudin dilansir dari Detik.

Meski dengan keterbatasan itu, Amat nyatanya tidak patah semangat. Bocah 11 tahun itu tetap semangat untuk sekolah dan belajar. Ia biasanya belajar di atas bajaj atau di trotoar, meski begitu, ia sama sekali tak mengeluh.


"Amat belajar di Bajaj. Kadang duduk di trotoar sini, nungguin saya dateng," ujar Wahyudin . "Alhamdulilah (Amat) nggak ngeluh. Sampai gimana pun anak saya harus sekolah. Saya bangga semangat sekolah dia besar. Ya walaupun dia sekolah terlambat umurnya, harus rajin. Ga boleh kalah sama yang lain."

Kisah Wahyudi dan Amat itu kini juga menjadi perhatian pihak Dinsos DKI Jakarta. Dari kabar terbaru, Wahyudi dan Amat dicarikan kontrakan di Cikini. Namun, mereka memilih untuk tinggal di Johar Baru, Jakarta Pusat.

Dengan begitu, Amat dan ayahnya tidak perlu tidur di bajaj selama satu tahun ke depan. Kabarnya para relawan juga memberikan keperluan sekolah untuk Amat. Kisah keluarga kecil ini memang sangat menyentuh, banyak pihak yang mengaku salut dengan ketegaran dan semangat pantang menyerah bocah tersebut.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!