Jadi Korban Penipuan Dimas Kanjeng, 7 Warga Bali Masih Takut
SerbaSerbi

Banyak korban penipuan Dimas Kanjeng yang masih enggan melaporkan ke polisi, kenapa?

WowKeren - Kasus yang melibatkan Dimas Kanjeng Taat Pribadi hingga saat ini masih menjadi sorotan publik. Polisi bahkan telah menetapkan Pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo sebagai tersangka dalam dugaan penipuan dan penggelapan uang.

Sayangnya, masih banyak warga yang merasa takut untuk melaporkan penipuan yang dilakukan Taat Pribadi. Bahkan, terdengar kabar bahwa korban penipuan juga terdapat di Jembrana, Bali. Tak kurang dari tujuh warga Bumi Makepung Jembrana menjadi korban penipuan bermodus penggandaan uang.

Kabar ini disampaikan oleh Perbekel Pengambengan, Jembrana, Samsul Anam pada Minggu (2/10). "Sepengetahuan kami memang ada tujuh orang warga kami yang menjadi korban penipuan Dimas Kanjeng," ungkap Samsul dilansir dari Liputan 6.


Namun para korban hingga saat ini belum berani terbuka untuk melaporkan kasus tersebut. Sehingga Anam menghimbau para korban agar mau terbuka. "Kami himbau agar warga yang menjadi korban mau terbuka kepada kami. Tidak perlu malu, nanti kami akan bantu teruskan kepada pihak kepolisian," tambah Anam.

Sebelumnya, seorang warga asal Makassar mengaku menjadi korban penipuan Taat Pribadi setelah menyetor uang sebanyak Rp 200 miliar. Bahkan ibu dari korban diduga meninggal setelah minum air doa dari Padepokan Dimas Kanjeng.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!