Rayakan HUT, Panglima TNI: Mohon Maaf yang Sebesar-Besarnya
Nasional

Perayaan HUT TNI ke-71 kali ini dilangsungkan secara sederhana, kenapa?

WowKeren - Rabu (9/10), bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-71 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sayangnya, perayaan tahun ini dilakukan dengan cara yang sederhana. HUT TNI ini dirayakan tanpa demonstrasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista dan defile.

Selain itu, peringatan kali ini juga tidak dilaksanakan secara terpusat seperti tahun sebelumnya. Namun, diperingati di tiap-tiap daerah dengan berbagai kegiatan seni, budaya dan sosial. Mengenai hal tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pun memberikan alasannya.

"Kita sama-sama tahu, pemerintah dan rakyat Indonesia dalam kondisi ekonomi yang sedang berusaha bersama-sama bangkit," ungkap Gatot. "Sehingga tidak sepantasnya jika TNI melakukan upacara besar-besaran." Gatot juga meminta maaf atas arogansi yang dilakukan prajuritnya baru-baru ini.


"Saya selaku Panglima TNI juga menyadari ada prajurit-prajurit TNI yang masih melaksanakan hal-hal di luar kepatutan merugikan masyarakat, bahkan menyakiti masyarakat," jelas Gatot. "Untuk itu dengan kerendahan hati kepada seluruh masyarakat Indonesia, saya sebagai Panglima TNI memohon maaf yang sebesar-besarnya."

Permohonan maaf Panglima TNI itu terkait insiden kekerasan yang dilakukan prajurit terhadap wartawan TV di Madiun, Jawa Timur baru-baru ini. Selain itu, penganiayaan serupa juga menimpa beberapa jurnalis di Medan, Sumatera Utara.

Gatot juga mendorong agar warga tak segan melapor jika ada kesalahan yang dilakukan anak buahnya. "Saya minta apabila ada prajurit-prajurit saya melakukan ini, laporkan," tambah Gatot. "Saya lebih membela prajurit saya 400 ribu lebih yang sudah berjuang mati-matian menjaga nama baik TNI, daripada saya membela prajurit TNI yang tidak pantas."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait