Jadi trending topik, ibunda Olovia Intan mengabarkan kematian putrinya di Twitter seperti di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Senin, 14 November 2016 - 11:12 WIB
WowKeren - Ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda (13/11) akhirnya merenggut nyawa Olivia Intan yang berusia 2,5 tahun. Intan sempat dirawat di RSUD AW Syaranie, Samarinda karena mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan meninggal dunia sekitar pukul 04.30 Wita.
"Anak kami Intan meninggal setengah lima, subuh tadi. Sekarang kami berduka di rumah orang tuanya," kata Robert Sihite, Sekretaris Bendahara Gereja Oikumene, Samarinda Seberang (14/11). Ibunda Intan juga mengabarkan kabar duka itu di Twitter pribadinya, "Selamat Jalan anakku Olivia Intan, korban pengeboman di gereja HKBP Samarinda, Kaltim. Rest In Peace... ."
Tagar "#RIPIntan" pun langsung menjadi trending topik di Twitter Indonesia. "Wahai smua tokoh agama di Republik ini,tuntun & bimbinglah umat masing2 agar tdk trjebak dlm pemahaman yg salah ttg ajaran agama! #RIPIntan," komentar netter berakun @Pangeran2606.
Intan adalah salah satu balita yang menjadi korban ledakan bom Samarinda. Intan mengalami luka serius bersama Trinity Hutahayan. Keduanya mengalami luka bakar hingga 60 persen di tubuhnya.
(wk/)Selamat Jalan anakku Olivia Intan, korban pengeboman di gereja HKBP Samarinda, Kaltim. Rest In Peace... pic.twitter.com/Owvwrow6yl
— erna (@ernagirsang) November 14, 2016