Ini 'Kiriman' Jokowi ke Pelaku Teror Bom Samarinda
Nasional

Simak penjelasan Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengenai instruksi Presiden Jokowi untuk pelaku teror bom tersebut di bawah ini.

WowKeren - Insiden teror bom di depan Gereja Oikumene, Samarinda, mendapat perhatian penuh dari Presiden Joko Widodo. Jokowi melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung telah menginstruksikan aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas bagi pelaku peledakan bom tersebut.

Jokowi juga berpesan agar pelaku diberikan hukuman seberat-beratnya. Terlebih lagi aksi itu telah membuat satu anak-anak meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar.

"Siapa pun pelakunya, baik tunggal atau kelompok, harus diambil langkah tegas. Harus dihukum seberat-beratnya," umum Pramono di laman Setkab.go.id, Selasa, 15 November. "Anak ini tentunya sama sekali tidak tahu kenapa harus menanggung akibat itu. Padahal anak ini sedang bermain-main di depan gereja."


Hukuman seberat-beratnya itu juga dinilai pantas untuk diberikan ke pelaku teror bom agar memberi efek jera dan pelaku tidak mengulangi perbuatannya lagi. Pramono pun mengakui dengan kejadian ini maka program deradikalisasi belum 100 persen berhasil.

"Sekali lagi, yang pertama program deradikalisasi tetap harus dilakukan dan ini merupakan pekerjaan bagi BNPT. Tetapi yang kedua, penegakkan hukum juga sangat penting," pungkasnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait