Ujian Nasional (Unas) Akan Dihapus, Ini Reaksi Warga Indonesia
Nasional

Bagaimana reaksi masyarakat yang pro dan kontra terhadap wacana penghapusan Unas itu?

WowKeren - Wacana Mendikbud Muhadjir Effendy yang akan menghapus penyelenggaraan Ujian Nasional (Unas), atau lebih tepatnya ditiadakan sementara (Moratorium) sebagai proses percobaan terkait memperbaiki sistem pendidikan yang ada di Indonesia, memicu reaksi berbagai macam dari warga. Ada yang pro, serta ada yang kontra dengan wacana tersebut.

Bagi sebagian warga yang pro dengan wacana itu, mereka menilai pelaksanaan Unas selalu menjadi momok bagi para siswa. Tak jarang juga Unas mempengaruhi mental dan psikis anak sekolah.


"Nilai bukan jaminan. Selama 3 tahun sekolah nilainya bagus. Eh pas ujian nasional dia ketakutan duluan, gugup, gerogi, kan tertekan jadinya. Kalo udah kaya gitu jadi terganggu ujiannya, jadi gak yakin dan gak bisa berfikir, dampaknya nilainya jadi jelek," pendapat seorang ibu rumah tangga yang tak disebutkan namanya.

Sementara itu, sebagian tenaga kerja pendidik justru menyayangkan ketiadaan ujian tersebut. Alasannya, selama ini ujian nasional memang dipergunakan untuk mengukur standar kualitas sekolah. "Jadi saya sejutu kalo ada UN. Meskipun bukan sebagai standar kelulusan, tapi UN bisa jadi pelengkap nilai gabungan dengan ujian sekolah yang akhirnya jadi nilai kelulusan," pendapat seorang tenaga pendidik di Jakarta.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait