Bikin sedih, begini curhatan pedagang Sari Roti keliling mengenai dagangannya yang sepi.
- Tim WowKeren
- Jumat, 09 Desember 2016 - 15:31 WIB
WowKeren - Belakangan ini publik sedang ramai membicarakan tentang Sari Roti. Nama perusahaan roti ini ramai dibicarakan publik setelah beberapa pedagang membagikan roti secara gratis dalam aksi damai 212. Namun pihak perusahaan justru menyangkalnya.
Usai sangkalan tersebut, terdengar seruan dari Habib Rizieq kepada pendukung aksi demo 212 untuk memboikot Sari Roti. Akibat pemberitaan tersebut, saham Sari Roti bahkan dikabarkan anjlok. Hal itu pun langsung berdampak dengan produk yang dijual.
Para pedagang kecil yang biasa berkeliling menjajakan Sari Roti pun mengaku kesulitan mendapatkan pelanggan. Curhatan penjual Sari Roti keliling pun menjadi viral dan berhasil menyentuh hati para netizen di media sosial.
"Saya juga Ndak ngerti mas, ada apa sebenarnya, sampe hari ini belum laku sama sekali," curhat salah seorang pedagang pada pelanggan dilansir dari akun Facebook Muhammad Nashiruddin Hasan. "Hari kemarin kemarin saja sudah susah laku, sekarang sama sekali Ndak ada yg beli..."
Dari kisah viral itu, penulis mengajak para pembaca agar berpikir panjang mengenai nasib pedagang keliling ini. Meski demikian ada beberapa netizen yang masih menyalahkan produsen yang disebut tak menghargai umat Muslim. Tak sedikit juga yang prihatin dan mengaku kasihan dengan nasib para pedagang.
"Yg terkena pedagang kecil yg notabene umat Muslim jg... mau kemana arah perjuangan umat Muslim Indonesia?.. mau mencelakai umatnya sendiri? tulis salah seorang netizen. "Setuju bgt.....klw mw boikot, bikin lapangan pekerjaan dulu buat mereka. Itu muslim sejati.." tulis yang lain. Sebenernya perusahaan juga ga perlu dikritik. Mereka kan klarifikasi karena ada yg tidak clear," tulis yang lainnya lagi.
Sementara itu, pihak Sari Roti sendiri telah menghapus surat klarifikasi dari halaman sariroti.com. Dilansir dari Tribunnews, surat penyangkalan soal pembagian roti gratis yang dipasang pada 3 November lalu itu dihapus pada Jumat (9/12).
(wk/)