Dampingi pemeriksaan 16 panitia Diksar, mantan Rektor UII juga komentari penangkapan dua orang tersangka.
- Tim WowKeren
- Selasa, 31 Januari 2017 - 12:49 WIB
WowKeren - Kasus kematian tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) usai mengikuti kegiatan Diksar Mapala tengah menjadi sorotan publik. Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian menemukan indikasi adanya kekerasan dan penganiayaan yang menyebabkan jatuh korban. Apalagi ada sekitar 10 peserta lainnya yang juga harus dirawat usai acara tersebut.
Merasa bertanggung jawab atas insiden itu, rektor UII, Haryoso memutuskan untuk mengundurkan diri. Meski begitu, bukan berarti ia lepas tangan dari kasus tersebut.
Selasa (31/1), Haryoso mendatangi Mapolres Karanganyar untuk mendampingi 16 orang panitia Diksar Mapala yang diperiksa terkait kasus itu. Dalam kesempatan itu, ia juga sempat membenarkan soal penangkapan dua tersangka meski tidak mengetahui secara jelas identitas mereka.
"Kami diminta menghadapkan saja, tidak ada yang lain, untuk selanjutnya wewenangnya polisi," ujar Haryoso. "Kami mengikuti proses saja, dipersilakan saja wewenangnya polisi, saya tidak tahu persis siapa yang diamankan, memang ada alumni tapi kami tak tahu siapa yang diamankan."
Sementara itu, dari hasil investigasi pihak kepolisian akhirnya menetapkan dua tersangka berinisial A dan Y. Dari hasil penggeledahan di kamar kos pelaku, polisi juga menyita tongkat rotan yang diduga sebagai alat untuk menganiaya korban. Kedua pelaku kabarnya terancam hukuman hingga lebih dari lima tahun penjara.
(wk/)