Karena alasan ini, Prabowo Subianto mengatakan jika isu penyadapan sebaiknya tidak dibesar-besarkan.
- Tim WowKeren
- Senin, 06 Februari 2017 - 17:40 WIB
WowKeren - Isu penyadapan telepon yang diungkap oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah ramai dibicarakan publik. Bahkan, Prabowo Subianto juga ikut menyoroti kasus ini.
Dalam pernyataannya baru-baru ini, Ketua Umum Partai Gerindra mengatakan jika penyadapan yang dilakukan negara pada beberapa orang adalah hal yang lumrah. Menurutnya, jika memang tidak ada yang pembicaraan yang salah maka tidak perlu khawatir.
"Ya, kita kalau bicara yang benar, ya tidak apa-apa. Saya tahu kalau saya juga disadap," ujar Prabowo. "Berkuasa ini amanah, berkuasa itu ada saatnya naik ada saatnya turun, tidak usah terlalu dibuat tegang begitu."
Prabowo sendiri berpendapat jika isu penyadapan ini seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan. Pasalnya, hal itu justru dapat membuat konflik dan meresahkan masyarakat.
"Yang penting, jangan selalu mencari konflik. Kalau menurut saya condong masyarakat kita ini selalu mau menghardik teman sendiri, menghardik bangsa sendiri. Untuk apa sih?" imbuhnya. "Kita baik-baik saja. Jangan suka mencela, jangan suka mencari jangan suka maki-maki."
Pernyataan senada juga diungkap oleh Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. "Kami juga tidak ingin ada penyadapan-penyadapan tapi kita juga tidak ingin masalah ini kemudian menjadi persoalan yang terlalu dibesar-besarkan, jadi proporsional saja," terang Fadli Zon.
Seperti diketahui, isu penyadapan ini mencuat usai pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencecar Ma'aruf Amin saat menjadi saksi di sidang penistaan agama beberapa waktu lalu. Mereka menanyakan mengenai percakapan antara Ketua Majelis Ulama Indonesia itu dengan SBY.
(wk/)