Jadi Gaya Hidup, Alasan Kenapa Perlu Coba Vapor si Rokok Eletrik
SerbaSerbi

Bila merokok susah dihilangkan, mungkin sudah waktunya kamu mencoba vapor.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan vapor kerap menjadi pegangan untuk kebanyakan perokok aktif. Bentuknya logan dengan panjang sekitar 10-20 cm dengan tombol otomatis yang perlu kamu pegang ketika mengisapnya. Dengan begitu kamu bisa merasakan cairan dan menghembuskan seperti layaknya rokok.

Benda ini digadang-gadang bisa menjadi pengalih rokok. Benarkah begitu? Berikut beberapa alasan kenapa kamu perlu beralih ke vapor:

Bukan Asap Tapi Uap

Rokok elektronik atau dapat disebut rotrik nggak menghasilkan asap melainkan uap hasil pembakaran tidak sempurna. Seperti yang telah diketahui, uap rokok elektrik adalah hasil pembakaran karbon monoksida atau CO dan dilepas dalam jumlah tertentu. Karbon monoksida adalah gas beracun yang nggak berwarna dan berbau yang biasa digunakan oleh pabrik industri. Kandungan ini sangat berbahaya bila masuk dalam tubuh manusia karena akan mengurangi kadar oksigen dalam darah.

Alhasil pengurangan kadar oksigen secara terus menerus akan menghambat pemompaan jantung dan gangguan-gangguan kesehatan lainnya karena nggak memenuhi kebutuhan normal tubuh. Kabut uap yang dihasilkan oleh rotrik adalah hasil pemanasan dari benda cair. Dengan kata lain kabut itu yang sering terlihat di klub-klub malam ataupun konser musik juga di dalam pertunjukan teater karena dalam ketiga kegiatan tersebut sangat dibutuhkan efek khusus.

Ramah Lingkungan

Dikarenakan rotrik atau vapor nggak mengandung bahan yang bersifat polusi maka rotrik termasuk lebih bersahabat dengan lingkungan dan nggak merugikan perokok pasif. Siapapun dan dimanapun dapat menggunakan elektronik tanpa harus menghiraukan larangan merokok. Selain itu rotrik nggak meninggalkan abu yang dapat mengotori barang-barang sekitar anda. Rokok elektrikpun nggak mengandung asap seperti rokok biasa yang menyebabkan bau nggak sedap yang menempel pada pakaian, rambut, kulit dan pernafasan. Namun perlu disadari zat-zat yang berbahaya pada asap dapat menempel langsung pada kulit terserap masuk kedalam aliran darah yang berdampak variasi pada kesehatan individu masing-masing.

Hemat Biaya

Penggunaan vapor selama 1 tahun diperkirakan dapat menghemat pembelian rokok hingga 25 persen setiap harinya. Nggak seperti asap yang sangat boros dikarenakan rokok tembakau selalu menyala, nggak seperti rokok elektrik yang hanya menekan tombol untuk memanaskan cairan hingga 100-300 derajat celcius.

Vapor nggak mengeluarkan kabut uap secara terus menerus walau dalam kondisi menyala. Hal ini berbeda dengan rokok tembakau yang dalam kondisi menyala pun perlahan akan cepat habis.


Non Adiktif

Vapor nggak mengandung zat-zat yang bersifat adiktif. Zat adiktif adalah zat kimia yang menyebabkan ketergantungan atau kecanduan bagi pemakainya. Salah satu zat adiktif yang lebih berbahaya dari heroin adalah nikotin. Seperti fungsinya nikotin memiliki peran mengalihkan kemampuan fungsi saraf otak dan tubuh seseorang.

Dengan mengonsumsi nikotin, kamu akan bersemangat, memiliki perasaan rileks dan bertenaga namun pada rokok tembakau peran nikotin hanya berfungsi untuk hisapan awal saja. Dan parahnya, dengan mengonsumsi nikotin secara terus menerus, kadar dosisnya akan bertambah seiring dengan waktu. Secara garis pandang seseorang rata-rata orang mengetahui bahaya dan dampak mengonsumsi nikotin seperti apa. Namun dikarenakan mereka sudah candu akhirnya nggak terlalu peduli dengan bahayanya nikotin.

Gaya Hidup

Dilihat dari teknologi yang makin sini makin canggih dan makin trendy, rokok elektrik adalah sosok rokok yang terlihat lebih bergaya dan modern bila dibanding dengan rokok tembakau. Zaman sekarang, orang-orang yang menggunakan rokok elektrik adalah orang yang peduli dengan kebersihan lingkungan, kesehatan dan sekitar. Hal ini terlihat dikarenakan rokok elektrik nggak menyebabkan polusi udara, meninggalkan bekas dan membahayakan orang-orang sekitar.

Berhenti Merokok

Studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Cochrane Review menyebut rokok elektrik mampu mengurangi jumlah rokok yang diisap. Penelitian ini juga membuktikan nggak ada efek samping berarti yang ditemukan pada pengguna rokok elektrik dalam 2 tahun terakhir. Studi lainnya yang dilakukan University College London menganalisis tren berhenti merokok terbaru di Inggris termasuk pengaruh penggunaan perangkat rokok elektrik bagi perokok. Ditemukan bahwa meski nggak memiliki dampak langsung, ada pengaruh rokok elektrik dalam angka kesuksesan berhenti merokok.

Untuk kali pertama vapor memang membutuhkan dana yang lebih banyak ketimbang satuu bungkus rokok. Namun untuk jangka panjangnya vapor lebih murah. Terlebih kamu bisa merasakan berbagai macam cairan yang bisa diganti sesuka hati.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait