Bila masuk dalam pecinta es krim, kamu perlu coba rasa ini.
- Tim WowKeren
- Selasa, 14 Februari 2017 - 12:18 WIB
WowKeren - Es krim adalah menu penutup yang sangat digemari orang. Nggak hanya rasa dan krimnya yang disuka, pilihan topping pun menjadi pilihan. Cokelat, vanila dan stroberi adalah tiga rasa es krim yang paling populer.
Namun saat jalan-jalan ke Jepang, kamu wajib mencoba es krim unik yang berlapis emas murni. Es krim lapis emas ini hanya bisa ditemukan di Kafe Hakuichi, Kota Kanazawa.
Kafe dengan desain kayu itu selalu ramai dikunjungi nggak melihat kondisi dan situasi. Padahal saat ini, Jepang memasuki puncak musim dingin dan hujan salju lebat di daerah Kanazawa. Namun cuaca dingin tersebut tak menyurutkan pengunjung untuk membeli es krim unik tersebut.
Store Manager Kafe Hakuicihi, Tezuka Kayuzuki mengatakan bahwa kafenya bisa menjual 1.000 potong es krim emas per hari. "Rata-rata kami menjual 1.000 potong per hari. Memang kami hanya menyediakan 1.000 potong per hari. Namun itu masih fleksibel. Kami bisa menyediakan lagi jika masih ada pengunjung yang ingin membeli kendati stok sudah habis," jelas Tezuka.
Lalu bagaimana membuat es krim lapis emas ini? Awalnya, pelayan memasukkan es krim ke corong sebagaimana es krim cone biasa. Setelah itu, dia melapisi sebagian es krim tersebut dengan daun emas. Es krim pun siap dimakan. Satu potong es krim berlapis emas ini dihargai 891 Yen atau sekitar Rp 104 ribu.
Soal kesehatan Tezuka menjamin bahwa es krim berlapis emas sudah teruji aman untuk dikonsumsi, serta memenuhi standar kesehatan di Jepang. "Memang tidak sepenuhnya emas, ada campuran perak juga. Tetapi sebagian besar adalah lapisan emas dan itu aman bagi tubuh karena sudah sesuai standar kesehatan di sini," kata Tezuka.
Selain lapisan emas, ada keunikan lain dari es krim yang dijual di Kafe Hakuichi. Pengunjung dilarang membawa dan memakan es krim tersebut di luar kafe. Tezuka mengatakan, pihaknya melarang es krim dimakan di luar karena khawatir nanti mencair dan mengotori lingkungan. Oleh karena itu, kafe yang dikelolanya menyediakan tempat duduk dari kayu agar pengunjung bisa menikmati es krim di dalam kafe.
"Kami melarang es krim dimakan di luar lebih karena faktor lingkungan. Jangan sampai es krim mencair lalu mengotori lingkungan luar," katanya.
(wk/)