Tampil secara muslimah, model berhijab ini langsung menjadi pusat perhatian di panggung catwalk internasional.
- Tim WowKeren
- Senin, 20 Februari 2017 - 16:04 WIB
WowKeren - Nama Halima Aden tiba-tiba melejit di kalangan netizen dan pecinta fashion gara-gara kemunculannya sebagai model runway di New York Fashion Week 2017. Halima jadi pusat perhatian karena dia adalah satu-satunya dan model berhijab pertama yang pernah tampil di salah satu ajang peragaan fashion paling bergengsi di dunia itu. Halima Aden berhasil menjadi model berhijab pertama yang tampil di New York Fashion Week.
Halima Aden yang baru berumur 19 tahun ini tampil di New York Fashion Week 2017 untuk membawakan koleksi terbaru dari Yeezy Season 5 dari Kanye West dan langsung mencuri perhatian. Halima sendiri tergabung dengan sebuah agensi model ternama dunia, IMG Models dan sudah menjadi model untuk beberapa brand dan desainer fashion terkenal dunia.
Halima juga bilang bahwa selama dia masuk dunia fashion sebagai model, dia sangat dihargai dan enggak pernah didiskriminasi hanya karena dia berhijab atau seorang muslim. "Industri fashion baik banget dan bisa menerima perbedaan. Nggak ada orang yang meminta aku jadi orang lain selain diriku sendiri dan aku merasa bersyurkur untuk itu," cerita Halima tentang kehidupannya sebagai model.

Sebelum terkenal sebagai model berhijab pertama di New York Fashion Week sudah sempat jadi sorotan ketika terpilih sebagai Miss Minnesota pada tahun 2016 lalu. Dia dianggap telah mematahkan stereoptip bahwa wanita berhijab nggak bisa menang bahkan ikut dan kontes kecantikan. Tapi Halima berhasil membuktikan bahwa anggapan itu salah.
Kini dia juga membuktikan bahwa wanita berhijab juga bisa menjadi model terkenal tanpa harus menanggalkan hijabnya atau mengubah diri dan kepribadiannya. Halima yakin banget kalau cantik itu bukan cuma masalah penampilan fisik atau baju apa yang dipakai tapi kualitas diri yang dimiliki.
"Cantik itu nggak hanya punya satu deskripsi bahkan faktanya cantik itu punya banyak wajah yang berbeda, cerita-cerita yang berbeda, latar belakang yang berbeda dan yang paling penting adalah untuk kita merangkul itu semua," ungkap Halima.
(wk/)