Sudah Direvisi, Kebijakan Imigran Donald Trump Tetap Tuai Kontroversi
Dunia

Ini dampak yang kemungkinan dirasakan AS atas kebijakan imigran baru Donald Trump.

WowKeren - Donald Trump diketahui telah mengubah kebijakan imigrannya yang sempat menuai kontroversi. Dalam perintah eksekutifnya yang baru diketahui jika Irak sudah tidak termasuk dalam daftar negara yang dibatasi dan menghapus larangan tidak terbatas untuk pengungsi Suriah.

Namun, kebijakan tersebut rupanya dinilai tetap mengundang polemik. Kelompok-kelompok HAM menilai jika peraturan baru tersebut tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Sedangkan Badan Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-bangsa menilai jika hal itu akan berdampak pada pariwisata di AS.

"Orang-orang tidak akan mau datang ke negara yang membuatnya tidak nyaman," ujar sekretaris jenderal badan PBB tersebut, Taleb Rifai. "Hal itu tidak bergantung pada negara mana yang ada di dalam daftar, namun lebih pada perilaku."


Lebih lanjut, Rifai mengatakan jika AS akan kehilangan puluhan juta dollar di sektor pariwisata jika kebijakan tersebut terus diterapkan. Para turis akan memilih destinasi lain untuk berlibur daripada AS yang membuat mereka merasa tak nyaman.

Seperti diketahui, Trump baru-baru ini telah menanda tangani perintah eksekutif baru pembatasan imigran dari enam negara mayoritas muslim. Diantaranya ada Suriah, Iran, Libya, Somalia, Yaman dan Sudan.

Perintah baru ini merupakan revisi, setelah kebijakan sebelumnya diblok oleh pengadilan federal. Menteri Luar Negeri Rex Tillerson sendiri mengatakan jika kebijakan itu diberlakukan sebagai upaya untuk melindungi AS dari masuknya teroris asing.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait