Begini reaksi masyarakat terutama netter terkait isu penolakan ketua OSIS berbeda agama.
- Tim WowKeren
- Selasa, 02 Mei 2017 - 19:14 WIB
WowKeren - Selasa (2/5), masyarakat Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Namun, di hari yang bersejarah ini sebuah isu kurang menyenangkan justru muncul dan ramai dibahas publik.
Dalam sebuah acara diskusi peringatan Hardiknas 2017, Ketua Yayasan Cahaya Guru Henny Supolo Henny mengungkap sebuah hasil penelitian di sekolah-sekolah di Singkawang dan Salatiga mengenai toleransi, kesetaraan dan kerja sama. Hasilnya ada sejumlah fenomena dimana murid sekolah enggan dipimpin oleh ketua OSIS yang memiliki keyakinan berbeda.
"Ada keengganan anak dipimpin ketua OSIS yang berbeda agama," ujar Henny dalam acara yang digelar Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, di Jakarta dilansir dari Kompas. Henny menuturkan jika hal tersebut bisa jadi merupakan imbas dari Pilkada DKI Jakarta yang cukup kontroversial.
"Pilkada DKI Jakarta ini, satu momentum, yang imbasnya ke mana-mana," imbuhnya. Seperti diketahui di Pilgub DKI baru-baru ini banyak bermunculan isu SARA yang menimpa cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lantaran keyakinannya yang non muslim.
Penolakan ketua OSIS berbeda keyakinan tersebut rupanya juga menjadi perhatian pengguna media sosial. Banyak yang mengecam tindakan yang dinilai tidak toleran itu, sedangkan yang lain mengenang ajaran yang menganjurkan mereka harus memiliki pemimpin yang seagama.
"Ketua OSIS harus sama agamanya. Itu OSIS apa ISIS?," tulis netter. "Di hari pendidikan Nasional ini, ada berita yg membuat sedih. Siswa menolak ketua OSIS karena berbeda agama," imbuh lainnya.
Sementara itu, selain mengenai toleransi, dalam diskusi tersebut juga berbicara mengenai hak gender. Salah satunya terkait hak bagi siswi yang mengandung untuk menyelesaikan pendidikan.
(wk/)