'Minahasa Merdeka' Menggema di Medsos, Polri Lakukan Tindakan Ini
Nasional

Begini respon pihak kepolisian atas seruan 'Minahasa Merdeka' yang beredar di media sosial.

WowKeren - "Minahasa Merdeka" tengah ramai dibicarakan di media sosial. Apalagi belakangan diketahui ada sejumlah akun yang mengunggah foto tengah mengibarkan bendera Minahasa Raya.

Beragam postingan tersebut juga menjadi perhatian Polisi Republik Indonesia (Polri). Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jika pihaknya akan melakukan pencegahan terkait hal tersebut dengan pendekatan persuasif.

"Deklarasi seperti itu tidak dibolehkan. Polisi akan melakukan upaya pencegahan. Kita satu bangsa, Indonesia, dan itu sudah ditegaskan pula oleh warga Minahasa pada era perjuangan kemerdekaan," jelas Tito.

Tito menuturkan jika gerakan separatis yang beredar di media sosial seringkali hanya bersifat spontan. Meski begitu, perlu adanya tindakan pencegahan agar hal tersebut tidak semakin meluas.


Sementara itu, seruan "Minahasa Merdeka" pertama kali muncul di media sosial sejak pekan lalu. Tak hanya itu asa sejumlah kelompok yang menuntut pemerintah agar warga Minahasa bisa menentukan nasib bangsanya sendiri.

Dalam postingan akun tersebut, mereka mendesak pemerintah untuk melakukan referendum. "100 persen aksi Referendum Minahasa Merdeka. Ayo aksi, sekarang waktunya Minahasa tegas. Ayo kita buktikan, bangsa Minahasa bukan bangsa pengecut," bunyi postingan tersebut.

Beredarnya seruan itu tak pelak membuat publik merasa resah. Kabarnya gerakan ini muncul di tengah-tengah aksi simpatik atas vonis yang dijatuhkan untuk Ahok. Diduga sebagian menggagas "Minahasa Merdeka" lantaran merasa ketidak adilan hukum pada minoritas.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait