Anwar mengungkap kalau Raffi sudah membayar pajak mobilnya kecuali Rolls Royce karena masih dalam proses pengurusan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 23 Agustus 2017 - 11:57 WIB
WowKeren - Artis senior Anwar Fuady angkat bicara soal kabar Raffi Ahmad menunggak pajak kendaraan mewah. Raffi disebut-sebut belum membayar pajak 10 kendaraan yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 74 juta.
Terkait hal itu, Anwar menegaskan kalau Raffi bebas dari masalah pajak kendaraan mewah. Hal ini diungkapkannya usai bertemu dengan Kepala BPRD Pemprov DKI Jakarta, Edi Sumantri, Rabu (23/8).
"Enggak ada enggak ada penunggakan. Enggak ada, enggak ada penunggakan. Raffi Ahmad itu punya 13 mobil semua sudah beres semua. Saya tanyakan ke kepala pajaknya," tegas Anwar pada Okezone. "Jadi semua sudah beres, semua sudah dibayar semua kecuali Rolls Royce. Rolls Royce itu masih proses dan belum melewati waktunya masih diproses untuk berapa pembayarannya karena itu mobil sangat mewah kan. Jadi enggak ada masalah Raffi Ahmad (dengan pajak)."
Anwar kemudian mengungkap maksud kedatangan kepala BPRD dan dan Ditlantas Polda Metro Jaya ke rumah Raffi Ahmad. Menurut artis berusia 70 tahun itu, petugas pajak berniat memeriksa secara langsung karena banyaknya pemberitaan media yang menyebutkan penunggakan pajak mobil mewah Raffi.
"Ya mereka pengin aja ngecek kali kan dengar mungkin dengar beritanya begini begini mereka ingin ngecek. Mereka ngecek ya betul dan semuanya itu enggak ada masalah tidak ada masalah sama sekali. Saya jelaskan bahwa Raffi Ahmad tidak ada masalah dengan pajak. Semuanya sudah beres sudah dibayar pajak semua Rolls Roycenya itu masih proses gitu. Iya belum belum (ada plat nomor polisi) karena menunggu plat nomor polisi itu baru bisa bayar berapa gitu," katanya.
"Ya mungkin dalam waktu enam bulan lah itu. Saya enggak tahu atas nama siapa yang penting itu punya Raffi Ahmad dan lagi proses lagi bukan berarti penunggakan tidak. Tidak punya masalah dengan pajak, clear enggak ada masalah," katanya. "Saya baru selesai siaran langsung barusan selesai nih sama kepala pajak sama pak Edi Sumantri."
(wk/)