Akankah Donald Trump bakal lengser dari posisi kepala negara Amerika?
- Tim WowKeren
- Senin, 08 Januari 2018 - 15:06 WIB
WowKeren - Pertanyaan mengenai apakah kesehatan mental Donal Trump cukup stabil untuk menjadi Presiden Amerika Serikat kembali mencuat. Pertanyaan ini kembali muncul ke permukaan seiring dengan dirilisnya sebuah buku karya seorang jurnalis New York bernama Michael Wolff. Buku tersebut diberi judul "Fire and Fury: Inside the Trump White House".
Buku ini menyebutkan bahwa Trump adalah orang yang tidak sabar dan tidak bisa fokus. Ia juga dinilai suka mengoceh dan bertele-tele. Beberapa pernyataan tersebut telah ditentang oleh pihak Gedung Putih dan dipertanyakan keakuratannya oleh orang-orang.
Mendengar hal ini, Trump pun menyerang balik akun Mr Wolff di Twitter dengan mengatakan bahwa ia adalah "jenius yang stabil". Ia juga menyatakan bahwa dua kekuatan terbesarnya adalah mental yang stabil dan sangat cerdas.
Jika terbukti bahwa Trump mengalami gangguan kejiwaan, maka posisinya sebagai Presiden bisa saja dilengserkan. Menurut amandemen ke-25 pada konstitusi AS, wakil presiden bisa saja mengambil alih tugas dan wewenang jika Presiden dinilai tidak sanggup melaksanakan. Namun, hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda penggantian Presiden akan dilakukan.
Sarah Huckabee Sanders, juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa dugaan mengenai kesehatan mental Trump dinilai tidak sopan. Ia juga mengecam tindakan tersebut.
"Tindakan ini memalukan dan patut untuk ditertawakan. Jika ia tidak sehat, maka ia tidak mungkin duduk di sini," ujar Sanders. "Ia tidak mungkin bisa mengalahkan sekelompok kandidat Partai Republik selama ini."
Sejumlah anggota parlemen mengungkapkan bahwa ini mungkin saja adalah serangan partisan. Meskipun begitu, beberapa anggota partai Republik juga ada yang sependapat bahwa Trump mengalami gangguan kejiwaan.
Dugaan ini akan dibuktikan oleh tim kedokteran presiden pekan depan saat Trump menjalani pemeriksaan medis pertama sejak dilantik. Para pakar kejiwaan mengungkapkan bahwa opini mereka dilakukan untuk memperingatkan bangsa AS.
(wk/)