Dikenal Tak Aktif, Gunung Berapi di Papua Nugini Erupsi Hingga Berpotensi Tsunami
Dunia

Gunung berapi di Pulau Kadovar ini terakhir kali meletus sekitar 300 tahun yang lalu.

WowKeren - Pemerintah Papua Nugini telah memperingatkan orang-orang yang tinggal di dekat Pulau Kadovar untuk senantiasa waspada. Pasalnya, adanya erupsi gunung berapi di sana yang berpotensi menyebabkan tsunami.

Padahal gunung berapi yang berada di Pulau Kadovar timur laut Papua Nugini itu dikenal tidak aktif. Namun gunung berapi itu terlihat mengepulkan asap tebal dan abu vulkanik ke udara sejak minggu lalu. Kejadian tersebut membuat 700 orang harus dievakuasi ke pulau tetangga.

Keseluruhan daratan di Pulau Kadovar sendiri sebenarnya hanya terdiri atas gunung berapi. Dengan tinggi 365 meter, gunung tersebut terletak di lepas pantai utara Papua Nugini.

Ricky Wobar, Administrator Distrik Wewak, menyatakan bahwa gunung berapi di sana telah mengepulkan asap yang sangat lebat. Kejadian ini dimulai sekitar hari Jumat (5/1) pukul 11 siang. Sebanyak 700 orang sudah mengevakuasi diri ke pulau Blup Blup.

"Gunung berapi tersebut sudah mengepulkan asap dan abu, sangat tebal. Tidak ada lava yang keluar, tapi asapnya sangat tebal. Kejadiannya pada hari Jumat sekitar pukul 11," ungkap Ricky. "Penduduk sudah menyeberang ke Pulau Bulp Bulp. Mereka menggunakan perahu, kano kecil dan juga banana boat tanpa mesin."


Sementara itu, Matthew Moihoi, seismolog di Geophysical Observatory Papua Nugini, mengatakan bahwa mungkin saja terjadi tsunami. Ia mengungkapkan jika sampai terjadi keretakan di kaldera maka bahaya tsunami sangat mungkin terjadi.

Penyuluhan evakuasi pada masyarakat harus dilakukan. Orang-orang harus mempersiapkan kemungkinan terjadinya tsunami.

"Pangkalannya ada di dasar laut, jika letusan meningkat maka ada kemungkinan keruntuhan kaldera. Jika memang demikian, bisa berpotensi tsunami," ungkap Matthew. "Besarnya tsunami bergantung pada berapa banyak bahan yang masuk ke air. Jika sebagian besar material gunung berapi jatuh, maka akan ada tsunami yang lebih besar."

Gunung berapi di Pulau Kadovar ini terakhir kali meletus sekitar 300 tahun yang lalu. Terdapat catatan peningkatan aktivitas di akhir tahun 1970 dan peningkatan frekuensi gempa di pertengahan tahun 2005. Akan tetapi, aktivitas tersebut tidak menimbulkan letusan.

Saat ini, peneliti hanya bisa memantau aktivitas gunung berapi dari satelit atau pesawat udara. Pihak setempat juga sedang berusaha mendapatkan peralatan yang sesuai untuk bisa menuju ke pulau tersebut.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait