Sayang, Donald Trump tidak mengakui bahwa ia telah memberikan komentar rasis terkait warga Afrika.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 13 Januari 2018 - 08:37 WIB
WowKeren - Organisasi yang mewakili negara-negara Afrika telah meminta agar Presiden AS meminta maaf terkait komentarnya terhadap warga negara dari Afrika. Juru bicara organisasi di Washington DC mengekspresikan kekagetan, kecemasan dan kemarahannya. Ia juga berkata bahwa sistem administrasi Trump telah salah paham tentang warga negara Afrika.
Menanggapi hal ini, Donald Trump menyatakan bahwa ia tidak berkomentar rasis. Ia mengakui bahwa pernyataannya memang terkesan kasar. Akan tetapi, ia merasa bukan komentarnya yang harus dipermasalahkan, tapi proposalnya. Hal tersebut ia ungkapkan dalam cuitan Twitternya.
The language used by me at the DACA meeting was tough, but this was not the language used. What was really tough was the outlandish proposal made - a big setback for DACA!
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) 12 Januari 2018
"Bahasa yang saya pergunakan saat di DACA memang terkesan kasar," tulis Trump. "Tapi bukan itu masalahnya. Proposal aneh yang dibuat adalah masalahnya."
Perwakilan Afrika mengatakan bahwa ucapan Trump telah mencemari Amerika yang terkenal menghormati keragaman dan martabat manusia. Ia juga menambahkan bahwa mereka kaget, cemas, dan marah terhadap pernyataan Trump.
Mereka yakin telah terjadi kesalahpahaman administrasi tentang Afrika dan penduduknya. Ia juga berharap agar Trump meminta maaf mengenai komentar yang ia lontarkan.
Diketahui sebelumnya, Donald Trump dinilai telah melontarkan komentar rasis mengenai negara Afrika. Ia mengecam imigran dari negara Afrika yang menetap di Amerika.
(wk/)