Apes Banget, Ponsel Hilang Dicuri, Gadis Ini Malah Terima Tagihan Telepon Sampai Rp 1 Miliar
SerbaSerbi

Gadis tersebut menyangka bahwa ia harus membayar semua dan tidak bisa membeli tiket pesawat untuk pulang.

WowKeren - Liburan bagi kita adalah ajang senang-senang, membuang stres dan mempelajari hal baru. Lalu bagaimana kalau ajang liburan ini jadi mendebarkan karena salah satu barang kita dicuri?

Seorang gadis dari Australia bernama Ellie ini punya cerita seru buat disimak. Sebelum pergi berlibur, dia sudah diperingatkan tentang banyaknya pencopet di Barcelona. Ia pun pergi keluar hanya membawa sebuah tas berisi uang dan ponselnya.

Sesaat seusai berpesta, Ellie dan teman-temannya pulang. Di perjalanan, ia sadar bahwa tasnya menjadi ringan. Bener aja, ponselnya sudah raib. Padahal dari tadi ia selalu memeganginya.

Ellie tidak lantas panik. Ia sadar bahwa ponselnya dalam keadaan terkunci dan mati. Dia yakin si pencuri gak bakal bisa macem-macem sama ponselnya.

Sampai besok paginya, Ellie mendapat email dari perusahaan teleponnya lewat iPad. Isi surat tersebut adalah pemberitahuan bahwa dia sudah melampaui batas kreditnya.

Ellie berencana melaporkan kehilangannya ke kantor polisi dan asuransi perjalanan. Akan tetapi, Ellie mengurungkan niatnya lantaran memilih mengikuti acara festival di sana. Namun ia kembali mendapati email kembali dikirimkan untuknya.


Layar iPad Ellie menunjukkan angka kredit panggilan teleponnya sudah mencapai USD 42 ribu (Rp 561 juta). Saat Ellie mulai tambah panik, temannya menelpon operator untuk menjelaskan keadaan Ellie. Akan tetapi, mereka mengatakan kalau mereka tidak bisa memproses kecurangan ini sebelum tagihan bulanan selesai.

Ellie lantas mengambil tagihan bulanannya dan malah tertawa. Kayaknya Ellie sudah mulai stres nih gak tau mau ngapain lagi. Di selembar kertas itu tertulis tagihan telepon Ellie mencapai USD 89 ribu (Rp 1 miliar). Sungguh gila dan gak masuk akal ada tagihan telepon sebanyak itu.

Ketika Ellie melihat tagihannya dengan seksama, ia menyadari bahwa panggilan teleponnya tidak hanya dipakai oleh satu orang. Sejumlah telepon dilakukan dari ponselnya secara bersamaan.

Beberapa diantaranya berjumlah lebih dari USD 100 (Rp 1,4 juta) per menit. Panggilan ini dibuat dari sebuah pulau di luar Selandia Baru dan tidak dihuni manusia. Lah kok bisa? Katanya ini termasuk kejahatan telemarketing.

Usai membaca 45 halaman tagihan teleponnya, Ellie langsung menghubungi operator teleponnya. Dua hari kemudian, operator teleponnya memberikan kabar bahwa kasusnya sudah ditangani. Untungnya, Ellie hanya harus membayar tagihan teleponnya sejumlah USD 300 (Rp 4 juta) saja.

Nah, di setiap cerita selalu ada sedikit pelajaran. Ellie akhirnya selalu mengecek jumlah batas kredit, yang dalam kontrak selalu ditulis sangat kecil, tiap kali ia menandatangani kontrak asuransi. Ellie pun akhirnya bisa pulang ke Australia tanpa utang. Untung Ellie gak beneran harus bayar Rp 1 miliar itu ya, duit darimana coba?

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait