Selain iklan yang kontroversial, ternyata pembaruan dari aplikasi tersebut menjadi salah satu alasan Chrissy berhenti menggunakan Snapchat.
- Tim WowKeren
- Senin, 26 Maret 2018 - 16:23 WIB
WowKeren - Belakangan ini, Snapchat telah mengalami berbagai kerugian akibat memuat iklan kontroversial yang merujuk pada skandal Rihanna dan Chris Brown. Bahkan pada 15 Maret lalu, aplikasi tersebut dilaporkan mengalami kerugian sebesar USD 800 juta (sekitar Rp 11 triliun).
Seperti yang diketahui, minggu lalu Snapchat memasang iklan untuk game seluler yang disebut "Would You Rather!". Iklan tersebut bertanya kepada pengguna apakah mereka lebih suka "menampar Rihanna" atau "memukul Chris Brown". Tentu saja hal tersebut memancing amarah Rihanna.
Dilansir Aceshowbiz pada Senin (26/3), baru-baru ini rupanya Chrissy Teigen juga memutuskan untuk keluar dari platform tersebut. Istri John Legend itu mengonfirmasi langsung hal ini melalui akun Twitter miliknya dan menjelaskan mengapa ia meninggalkan Snapchat.
Selain iklan yang kontroversial, ternyata pembaruan dari aplikasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Chrissy berhenti menggunakan Snapchat. "Aku berhenti menggunakan snap. Pembaruan, keluhan konstan dari pengguna yang tidak bisa menemukanku, ditambah jajak pendapat Rihanna ... " cuit Chrissy.
I stopped using snap. The update, the constant complaints of people not being able to find me, plus the Rihanna poll...no bueno
— christine teigen (@chrissyteigen) 24 Maret 2018
Model Sports Illustrated Swimsuit tersebut memutuskan hal ini berselang dua minggu setelah Rihanna melakukan protes terbuka kepada Snapchat. Kala itu, pelantun "Work" tersebut dengan terang-terangan mengungkapkan kekecewaannya terhadap Snapchat dan bahkan tidak menerima permintaan maaf.
"Sekarang SNAPCHAT bukanlah aplikasi favoritku! Aku ingin tahu apa inti dari permasalahan ini!" tulis Rihanna kala itu. "Kalian menghabiskan uang untuk membuat animasi yang menjadikan korban kekerasan sebagai lelucon! Buang saja permintaan maaf kalian!".
Di sisi lain, Saham Snapchat sendiri terus memburuk sejak November 2017 lalu. Ini bukanlah pertama kalinya Snapchat mengalami kerugian. Sebelumnya, Snapchat juga sempat merugi hingga USD 1,3 miliar (sekitar Rp 17,7 triliun) setelah Kylie Jenner mengatakan tak lagi menggunakan aplikasi tersebut.
Menanggapi hal ini, Evan Spiegel selaku CEO Snap Inc. sempat mengumumkan perancangan ulang kepada investor, ia juga berjanji bahwa perusahaan tersebut mengambil langkah untuk membuat aplikasinya lebih mudah digunakan. Namun sejak peluncurannya pada awal tahun, justru banyak pengguna yang mengeluhkan kinerja aplikasi tersebut.
(wk/)