Prilly memilih bersabar karena dirinya tipe wanita yang tidak rewel dengan kekasih.
- Dian
- Minggu, 29 April 2018 - 12:21 WIB
WowKeren - Hubungan asmara antara Prilly Latuconsina dengan Maxime Bouttier tetap menjadi kisah menarik untuk para fans. Menjadi kekasih Maxime yang banyak memiliki fans para gadis, Prilly pun juga tetap bersabar dan mengerti dengan konsekuensinya. Demikian juga ketika Maxime melakukan kebiasaan yang juga dilakukan kaum pria pada umumnya, Prilly juga memilih untuk bersabar. Kebiasaan Maxime apa yang membuat Prilly bisa bersabar?
Seperti remaja pria pada umumnya, ternyata Maxime sangat suka bermain game. Jika memiliki waktu luang, Maxime sering memainkan game-game favoritnya. Melihat kebiasaan sang kekasih, Prilly mengaku tidak mempermasalahkannya. Pasalnya, dia bukanlah tipe wanita yang rewel dan melarang kekasihnya untuk melakukan apa yang menjadi kesukaannya.
"Dia sering sekali main game tapi aku bukan tipe cewek yang rewel. Nggak," kata Prilly di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 28 April. Meski demikian, Prilly bersyukur karena Maxime juga bukan tipe gamers yang kecanduan main game hingga seharian. "Maxime juga bukan tipe yang main game seharian, pasti ngabarin dulu kalau dia lagi main game dan ya sudah. Aku juga as long as you masih kerja lagi, dan game cuma sekadar hiburan karena lagi mumet, ya nggak apa-apa," jelas Prilly.
Untuk Prilly sendiri, dirinya tidak terlalu tertarik untuk bermain game seperti orang kebanyakan. Pasalnya, dia jauh lebih menyukai game barbie ataupun memasak. "Kalau yang berantem-beranteman aku takut, tembak-tembakkan aja aku teriak-teriak sendiri. Daripada aku ganggu mending nggak usah main aja," lanjutnya. "Soalnya game juga nggak bisa dipacarin kan. Yang penting game bukan prioritas dia (Maxime)," pungkas Prilly.
Sementara itu, kesibukan berakting membuat Prilly harus pintar-pintar membagi waktu dengan kuliahnya. Seperti yang diketahui, Prilly tengah menempuh kuliah semester 2. "Berat banget nih kuliah, di kampus lain semester dua masih santai. Di kampus aku beda banget," ujar Prilly beberapa waktu lalu. "Justru di semester dua kampus aku, itu titik temunya. The hardest semester. Kita di-push bukan cuma untuk teori, tapi kerja di lapangan juga. Bukan cuma teori, ujian habis itu dapat nilai A. Ini dilihat skillnya, kemampuannya kita."
(wk/dian)