Wanita yang diisukan menjadi istri ketiga Opick itu tetap pede mengunggah aktivitasnya di medsos. Mulai dari 'dirayu' pria hingga menghabiskan waktu bersama sang anak.
- Diah Candra Trisanti
- Kamis, 17 Mei 2018 - 15:37 WIB
WowKeren - Nama Yulia Muhammad sepertinya tidak pernah habisnya diperbincangkan netter. Usai diisukan sebagai istri ketiga penyanyi religi Opick, Yulia juga sempat berseteru dengan putri sulung Opick, Ghaniya.
Aksi saling "serang" di media sosial pun sempat dilakukan. Termasuk baru-baru ini, salah satu sahabat Yulia memamerkan "kehebatan Yulia kepada Ghaniya. Menurut pengakuannya, Yulia memiliki mantan kekasih yang berasal dari anak presiden.
Tak sampai di situ, calon suami Yulia juga disebut-sebut sebagai keturunan Arab berkasta tinggi dan kaya. Pesan yang diunggah Ghaniya itu pun sempat beredar luas di media sosial.
"Dan satu lagi mantannya mba yuliast.itu orng2 hebat. Salah satu ank mantan presiden aja mantan dia," tulis orang tersebut. "Skrng calon suaminya turunan arab bawazier," lanjutnya. "Km tau bawazier kasta paling tinggi dan paling kaya."
Sontak hujatan dan cibiran pedas ditujukan kepada Yulia. Tidak sedikit netter yang menyebut Yulia terlalu berhalusinasi hingga menjadi sok artis.
"Mantan nya hebat2... Iyaaa dimantanin semua, gada yg mu ngawinin apa? *Astagfirullah... Emaaaakk Tulung jempol puasa2 liar bgt iniiih," cibir akun @olshop_anak_***as. "Dia itu mbah buyutnya generasi halu, imajinasi tinggi," tambah akun @franslin***avia.
Lantas, bagaimana sikap Yulia menanggapi hal tersebut? Alih-alih marah, Yulia sepertinya tetap santai dan cuek dengan berbagai cemoohan netter. Ia bahkan tetap asyik menikmati aktivitasnya. Hal tersebut terlihat lewat unggahan video Yulia lewat akun Instagram miliknya.
Dalam postingannya, Yulia bahkan asyik mendendangkan lagu dangdut di tengah masyarakat. Bahkan ia dengan santai melihat seorang pria yang berniat "merayu" dengan sekuntum bunga.
Selain itu, Yulia belum lama ini juga menghabiskan waktunya bersama sang buah hati. Ia tampak mengajak sang anak naik kereta api untuk menghabiskan waktu sebelum berbuka puasa alias ngabuburit.
(wk/diah)