Masih muda, Jihan Audy sudah berhasil memikat hati publik. Deddy Corbuzier bahkan terkejut dengan julukan Jihan sebagai 'the next' Via Vallen.
- Diah Candra Trisanti
- Kamis, 28 Juni 2018 - 13:34 WIB
WowKeren - Lagu dangdut kini semakin populer. Banyak pedangdut muda yang bermunculan di dunia hiburan Tanah Air. Sebut saja Ayu Ting Ting, Siti Badriah hingga Via Vallen. Bibit-bibit penyanyi pun bermunculan.
Salah satu penyanyi muda yang mulai melejit adalah Jihan Audy. Jihan bahkan disebut-sebut sebagai "the next" Via Vallen. Memulai karier di panggung musik sejak kelas 3 SD, Jihan kini memilih homeschooling demi pekerjaannya.
"Kelas 3 SD sudah dari panggung ke panggung. Mungkin dari lagu Ayu Ting Ting, nyanyi aja, 'Alamat Palsu'," ujar Jihan saat membintangi acara "Hitam Putih" yang dipandu Deddy Corbuzier dan Okky Lukman. "Kalau sekolah pakai homeschooling dari SMP."
Dalam sehari, Jihan bahkan bisa manggung hingga minimal tiga kali. Tak heran, selain bersuara merdu Jihan juga memiliki paras yang cukup manis dan cantik.
Di awal manggungnnya, Jihan hanya mendapat gaji senilai Rp 50 ribu saja. Namun kini, untuk sekali tampil Jihan sudah bisa mengantongi uang hingga belasan bahkan puluhan juta rupiah.
Sebagai penyanyi muda yang cantik, Jihan ternyata senasib Via. Ia juga mengaku pernah mendapat banyak perlakuan yang tak mengenakkan, termasuk digoda oleh pria nakal. Namun ia memilih untuk tetap bersabar dengan alasan risiko sebagai artis.
"Kalau itu sudah resiko, jadi biarin. Kalau diladenin malah senang," lanjut Jihan. "Sudah biasa saja, dosa-dosanya ditanggung sendiri."
Lantas, apa tanggapan Jihan soal julukan "the next" Via Vallen? Tentu saja, gadis berusia 14 tahun itu merasa bangga.
"Bangga ya. Apalagi Kak Via sekarang lagi di atas-atasnya, booming-booming-nya, alhamdulillah kalau disebut 'the next' Via," jawab Jihan. "Bangga banget, tapi enggak tahu darimana, tapi bangga, bisa jadi panjatan kita lebih baik lagi."
Jihan merupakan artis binaan grup musik Palapa. Pedangdut asal Mojokerto, Jawa Timur, ini mulai digemari penikmat dangdut.
(wk/diah)