Psikolog Komentari Gaya Ashanty Jelaskan Pemotongan Hewan Kurban ke Arsy
Instagram/ashanty_ash
Selebriti

Bunda Romi menuturkan niat mengajarkan nilai agama pada anak harus dibarengi pendampingan orangtua.

WowKeren - Seperti yang diberitakan sebelumnya, Anang Hermansyah mengajak keluarganya untuk menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban, Rabu, 22 Agustus, termasuk bersama si kecil Arsy Addara Musicia Nurhermansyah dan Arsya Pemuda Hermansyah. Ketika melihat proses penyembelihan sapi kurban, Arsy menangis. Ashanty lantas menjelaskan jika daging sapi itu akan dibagikan ke orang-orang yang tidak mampu.

Jika Arsya memang masih belum mengerti karena dia masih bayi, maka Ashanty berusaha memberikan penjelasan kepada Arsy yang menangis saat melihat sapi disembelih. "Kalau Arsya belum bisa dijelaskan, kalau Arsy sudah.Dia nangis, kenapa sih sapi harus dipotong. (Dijelasin) lah Arsy kan makan sapi, makan daging, memang diperbolehkan. Cuma kita tidak pernah melihat saja cara memotongnya seperti apa. Dia tetap nangis," kata Ashanty di Cinere, Tangerang Selatan.

Upaya Ashanty untuk menjelaskan proses penyembelihan hewan kurban itu rupanya mendapat perhatian dari seorang psikolog Dr. Rose Mini A.P., M.Psi. atau yang akrab disapa Bunda Romi. Menurut Bunda Romi, niatan untuk mengajarkan perintah agama pada anak kecil memang harus disertai dengan pendampingan orangtua.


"Sebetulnya memberitahu kepada anak, agar dia melihat hewan disembelih itu (orang tua) harus bisa menjelaskan, maksudnya apa, kenapa dia harus disembelih. Kalau nggak nanti jadinya malah seperti tindakan kekerasan kepada hewan, kalau anaknya belum paham," kata Bunda Romi dilansir Detik Hot, Rabu, 22 Agustus. "Selain itu, kalau masih terlalu kecil, melihat hewan disembelih, hewan itu nggak semuanya adem ayem saja, tapi kan ada yang pakai lari, dijatuhkan, macem-macem, teriak-teriak. Itu yang akan membuat anaknya menjadi kurang nyaman," jelas Bunda Romi.

Menurut Bunda Romi, anak balita seharusnya tidak perlu diajak melihat prosesi penyembelihan hewan kurban karena belum waktunya. "Saya pikir, kalau anak masih balita, itu sebaiknya mending nggak usah dikasih lihat itu dulu, sampai dia paham. Dari segi psikologisnya, anak belajar tentang itu, dia perlu perkembangan kognitif yang cukup," jelas Bunda Romi. "Pada saat masih terlalu kecil, perkembangan kognitifnya belum bisa menerima atau menyerap makna dari penyembelihan hewan kurban itu. Dia lihatnya kongkrit, oiya ada hewan disembelih, dia hanya lihatnya itu."

Bunda Romi mengungkapkan usia ideal mengajak anak melihat penyembelihan kurban adalah di atas usia 5 tahun dan disertai penjelasan. "Biasanya sih di TK A itu belum, tapi di TK B mau masuk ke kelas 1 (SD, Sekolah Dasar), itu pemahaman sudah bisa pelan-pelan. Tapi nggak bisa langsung tanpa pengajaran kita ajak ke penyembelihan. Tapi harus ada ceritanya dulu tentang nabi seperti apa," pungkasnya.

(wk/dian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait