Beberapa sayuran dan buah ini ternyata bisa memberikan pengaruh yang aneh dan merugikan pada tubuh, berbahaya enggak ya?
- Silmi Amalia Fidareni
- Jumat, 14 September 2018 - 14:34 WIB
WowKeren - Apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar buah dan sayur? Pasti kamu langsung membayangkan rasa sayur dan kegunaannya bukan?
Ya, sayur dan buah memang selalu identik dengan kesehatan. Tidak heran jika hal itu timbul lantaran kandungan nutrisi dan vitamin serta berbagai zat baik lainnya. Namun, pernahkah kamu membayangkan bahwa buah dan sayuran tersebut juga bisa menimbulkan efek lain selain yang berhubungan dengan kandungan gizinya?
Dilansir dari berbagai sumber, beberapa jenis buah dan sayur ternyata bisa memberikan efek yang aneh pada tubuh. Jika dikonsumsi dengan jumlah yang banyak juga akan memberikan kerugian pada tubuh. Ups, kerugian seperti apa nih yang dimaksud? Mending langsung saja baca artikelnya berikut ini.
(wk/silm)1. Wortel Bisa Buat Kulitmu Berwarna Oranye
Wortel masuk dalam jajaran sayuran dengan manfaat yang luar biasa. Namun, jika terlalu banyak mengonsumsi jenis sayuran ini, kamu justru akan mengalami hal yang aneh.
Terlalu banyak mengonsumsi wortel disebut-sebut bisa membuat kulitmu berwarna kuning hingga oranye. Bukan candaan biasa, kejadian tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah.
Wortel mengandung karoten yang mampu mengubah warna beberapa anggota tubuhmu, khususnya telapak tangan, telapak kaki, dan wajah, menjadi oranye. Sayuran lain seperti labu dan ubi jalar disebut menimbulkan efek yang sama. Kondisi ini disebut dengan hiperkarotenemi yang disebabkan karena tubuh mengalami kelebihan beta karoten.
Meski tak terlalu berbahaya, namun kejadian ini bisa menimbulkan risiko kesehatan yang lumayan mengkhawatirkan bagi para perokok atau mantan perokok. Menurut penelitian, mereka yang mengonsumsi suplemen beta karoten berlebihan bisa saja meningkatkan risiko kanker paru-paru. Mengenai seberapa banyak kamu disebut kelebihan makan wortel itu tergantung pada seberapa cepat metabolisme dalam tubuhmu.
2. Jeruk Membuat Kamu Sering Buang Air Kecil
Jika kamu merasa selalu ingin buang air kecil, kamu mungkin bisa mengira-ngira apa saja yang sudah kamu makan seharian? Apakah kamu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung asam? Bisa jadi karena hal itu.
Makanan-makanan yang mengandung asam, seperti buah jeruk dan berbagai jenis buah asam lainnya, bisa meningkatkan frekuensi air seni. Hal itu disebabkan lantaran kandungan asam sitrat dan nitrat dapat menyebabkan kandung kemih mengalami iritasi sehingga membuatmu jadi lebih sering ke kamar mandi.
Seringnya membuang air kecil bisa jadi membuatmu dehidrasi karena kekurangan cairan tubuh. Untuk itu, kamu harus tetap minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi sekaligus mempercepat pencernaan zat asam yang mengganggu aktivitasmu tersebut.
3. Asparagus Buat Air Kencingmu Berbau Tak Sedap
Pernah mencoba sayuran asparagus? Sayuran jenis ini memang tak banyak dikonsumsi. Namun, serangkaian nutrisi dan manfaatnya yang lain sangat baik untuk tubuh. Asparagus bahkan disebut bisa membantu menurunkan berat badan.
Nah, akan tetapi, kamu tidak boleh lantas mengonsumsinya berlebihan. Kenapa? Asparagus yang dikonsumsi secara berlebih akan memberikan efek yang aneh dan "merugikan".
Meski tidak terjadi pada semua orang, asparagus disebut-sebut bisa membuat urin beberapa orang berbau tidak sedap. Bau tersebut timbul sebagai hasil dari zat kimia yang disebut dengan asam asparagusic. Diyakini hanya ada 20 hingga 40 persen populasi orang yang tidak bisa mencium bau tersebut dan bahkan tidak bisa memproduksinya.
Asam asparagusik tersebut dipecah menjadi bahan kimia yang terkait dengan sulfur dan menimbulkan bau yang tak sedap. Kadang, bau tersebut bisa bertahan hingga 15 sampai 30 menit. Duh, merugikan banget kan?
4. Kembang Kol, Brokoli, dan Kubis Buat Lebih Sering Buang Gas
Beberapa makanan berserat, termasuk sayuran seperti kembang kol, brokoli, dan juga kubis ternyata bisa juga memberikan "kerugian" untuk tubuhmu. Ya, beberapa makanan dengan kandungan serat tinggi disebut-sebut bisa membuat tubuh memproduksi banyak gas. Alhasil, kamu jadi harus sering-sering buang angin.
Buang angin yang dilakukan tidak terlalu sering memang bagus untuk kesehatan. Namun hal itu tentu akan berubah menjadi hal yang mengganggu jika dilakukan terlalu sering. Bukan cuma kamu yang akan terganggu, orang lain pun mungkin akan merasakan hal yang sama. Jadi, jika memutuskan untuk memakan sayuran-sayuran berserat tinggi tersebut, kamu bisa pertimbangkan jumlah konsumsinya, ya.
5. Buah Bit Membuat Air Seni Berwarna Merah
Jika kamu sedang buang air kecil dan melihat cairan air senimu berwarna merah, tenang dulu, jangan terlalu cepat panik. Jangan-jangan, itu cuma perkara makanan yang sudah seharian ini kamu makan, buah bit misalnya.
Terlalu banyak mengonsumsi akar bit atau akrab disebut dengan buah bit bisa membuatmu mengalami yang namanya beetoria. Kondisi ini merupakan kondisi saat air seni menjadi berwarna merah muda hingga merah akibat bercampur dengan ekstrak atau pigmen buah bit. Warna tersebut timbul dari ekskresi pigmen betalain seperti betanin. Warnanya bisa bervariasi dari individu yang satu dan individu yang lain.
Tidak hanya air seni saja, jika terlalu banyak mengonsumsi buah bit, kemungkinan besar bahkan tinja juga akan berwarna kemerahan. Efek aneh ini tak memberikan efek berbahaya. Akan tetapi, jika kamu ragu apakah hal tersebut karena buah bit atau bukan, kamu tentu harus segera memeriksakannya.
6. Cabai Bisa Sebabkan Kita Bermimpi Buruk
Kamu mungkin tak pernah membayangkan bahwa sayuran atau buah yang kamu konsumsi bisa berpengaruh pada mimpimu saat tidur. Seperti misalnya mengonsumsi cabai. Tahukah kamu bahwa mengonsumsi cabai dalam jumlah banyak bisa membuatmu mendapatkan mimpi buruk?
Hal itu rupanya bukan merupakan guyonan semata. Menghindari memakan cabai atau makanan pedas lain yang mengandung cabai sangat disarankan sebelum tidur. Beberapa bukti ilmiah menunjukkan bahwa makanan pedas dapat memicu kita mendapatkan mimpi yang aneh dan menggaggu. Beberapa penelitian menyebutkan adanya peningkatan mimpi yang abnormal setelah banyak mengonsumsi makanan yang mengandung bumbu pedas.