6 Bahaya Terapi Gigit Ikan (Garra Rufa) yang Sering Terabaikan
Deposit Photos
Health

Mengangkat kulit mati sehingga kaki lebih halus, sayangnya terapi ikan banyak menyimpan berbagai efek samping yang berbahaya.

WowKeren - Terapi ikan (biasanya menggunakan jenis ikan Garra Rufa) belakangan memang menjadi metode untuk perawatan kecantikan. Selain itu, terapi dengan menyelupkan kaki ke dalam air kemudian membiarkan ikan mengerubungi kaki juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Hal pertama yang menjadi alasan adalah, ikan-ikan ini mengangkat kulit mati pada kaki. Sehingga kaki akan lebih halus setelah menjalani terapi tersebut.

Dengan terangkatnya sel kulit mati otomatis akan membuat peredaran darah juga lancar. Selain itu menikmati gigitan ikan tersebut menimbulkan sensasi geli pada tubuh juga dapat memberikan efek rileks. jadi sama artinya dengan mengurangi ketegangan pada tubuh kalian. Terapi ikan semacam ini biasanya dijumpai di beberapa tempat rekreasi dan menjadi tujuan para wisatawan.

Bisa dibayangkan betapa padat dan ramainya pengunjung yang memasukkan kakinya dalam wadah ikan tersebut. Hal ini yang rupanya jarang disadari oleh masyarakat, jika tindakan semacam itu memiliki resiko besar dalam penularan penyakit. Lantas apa saja dampak buruk terapi ikan yang seringh terabaikan ini?

(wk/Kres)

1. Penularan Virus HIV dan Hepatitis


Penularan Virus HIV dan Hepatitis

Kalian tidak akan pernah tahu siapa saja yang telah mennyelupkan kakinya dalam wadah berisi ribuan ikan Garra Rufa. Kalian juga tidak akan pernah menyangka kuman, virus maupun penyakit apa saja yang telah mereka bawa dalam wadah tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh The Health Protection Agency di Inggris, terapi ikan dapat menjadi media penyebaran virus HIV dan Hepatitis C.

Penularan itu bisa terjadi akibat gigitan ikan-ikan garra rufa atau melalui air yang telah digunakan oleh pasien sebelumnya. Jika tidak diganti, maka dikhawatirkan menyebarkan viris HIV. Oleh sebab itu, sebelum melakukan terapi ini pastikan tempat yang kalian kunjungi terjamin kebersihannya. Bahkan klien tidak boleh mencelupkan kaki di wadah yang sama dan menggunakan ikan yang sama.

2. Memicu Infeksi


Memicu Infeksi

Infeksi kulit bisa terjadi karena ika garra rufa bisa memiliki organisme dan juga penyakit yang pada akhirnya membuat infeksi pada jaringan lunak atau kulit manusia. Oleh sebab itu sebelum memasukkan kaki ke baskom berisi ikan, pastikan kaki bebas dari luka dan kuman.

Sebab dengan adanya luka yang terlalu lama terendam air dapat membuat banyaknya bakteri masuk pada luka. Hal itu semakin memperparah kondisi luka. Selain itu gigitan ikan yang bertujuan mengangkat sel kulit mati malah dapat membuat luka baru. Tak heran jika dengan terapi ini malah membuat infeksi semakin parah.

3. Bahaya Untuk Penderita Diabetes


Bahaya Untuk Penderita Diabetes

Seperti diketahui sebelumnya, para penderita diabetes memiliki keluhan terhadap berbagai jenis luka. Mereka memiliki kemampuan rendah untuk menyembuhkan dirnya sendiri, sehingga luka pada penderita diabetes sangat sukar untuk sembuh. Tak jarang beberapa pasiennya harus mengalami amputasi akibat membusuknya anggota tubuh yang terluka.

Hal ini tentu saja menjadi perhatian penuh pada pasien jika ingin melakukan terapi ikan. Selain harus cermat dan jeli dalam memastikan tidak ada luka di kaki, pasien juga harus menjaga agar kakinya tidak sampai terluka. Namun pada dasarnya terapi ini memag "melukai" karena menghilangkan kulit mati, selain itu bakteri dari air juga cukup berbahaya. Jadi untuk penderita diabetes terapi semacam ini sangat tidak disarankan.

4. Memperburuk Luka di Kaki


Memperburuk Luka di Kaki

Hampir sama kasusnya dengan penderita diabetes. Pasien yang memiliki luka di kaki sangat tidak disarankan untuk melakukan terapi semacam ini. Dengan catatan, luka bagian kaki yang ikut tercelup dalam air. Penularan juga sangat cepat melalui air dan terbawa oleh gigitan ikan.

Selain penderita luka di kaki, pasien yang memiliki keluhan jamur di kakinya juga tidak di sarankan untuk terapi ikan. Selain memperparah keadaan juga dapat menularkan penyakit terhadap pasien lainnya.

5. Onychomadesis (Kuku Jari Kaki Tumbuh Abnormal)


Onychomadesis (Kuku Jari Kaki Tumbuh Abnormal)

Terapi satu ini memang tidak selamanya membawa dampak baik bagi kalian. Sebab dengan terapi ikan malah dapat membuat penampilan kakimu memburuk. Hal itu disebabkan karena pertumbuhan kuku kaki yang menjadi tidak normal atau biasa disebut dengan onycomadesis.

Pertumbuhan ini biasanya kuku proksimalnya terpisah dari lempeng kuku yang mengakibatkan tumbuh dan terlepas dari kulit bagian bawah jari. Namun hal ini tidak semata-mata karena terapi ikan saja, bisa juga karena nutrisi dan gaya hidup seseorang. Namun terapi ikan dianggap memberi dampak karena terlalu lama berendam di air membuat banyaknya bakteri dan jamur menempel pada kuku kaki. Adanya jamur juga mempengaruhi pertumbuhan kuku kaki, selain itu juga dapat menimbulkan bau yang tidak sedap.

6. Bersarangnya Banyak Penyakit


Bersarangnya Banyak Penyakit

Untuk mengurangi resiko penularan banyak penyakit, maka lebih baik melakukan terapi ini di rumah. Kalian cukup menyediakan wadah baskom untuk merendam kaki dan membeli ikan garra rufa. Selain bisa memastikan kebersihan air, kalian juga memastikan kebersihan mulut ikan karena hanya meberikan perawatan pada satu kaki saja.

Dari beberapa penyakit dan efek samping yang telah disebutkan tadi, masih ada beberapa resiko yang bisa ditimbulkan. Untuk sebagian orang yang alergi dengan kondisi kotor, terapi ini juga bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit. Bekas gatal tentunya sangat tidak indah dan mengurangi kepercayaan diri kalian. Jadi sekali lagi pastikan terlebih dahulu kondisi tubuh dan juga kebersihan tempat sebelum menjajal terapi yang satu ini.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait