Sang sahabat, Ade Nurul, menceritakan perjuangan Pretty Asmara melawan penyakit hingga meninggal dunia.
- Raysa Septi Anggraini
- Minggu, 04 November 2018 - 13:25 WIB
WowKeren - Kabar meninggalnya Pretty Asmara cukup mengejutkan bagi publik. Apalagi saat ini Pretty masih menjalani hukumannya akibat kasus narkoba yang menjeratnya. Pretty meninggal dunia di Rumah Sakit Pengayoman Jakarta pada Minggu (4/11) pagi pukul 06.00 WIB.
Sebelum meninggal dunia, memang santer beredar kabar kondisi kesehatan Pretty terus menurun di penjara. Baru-baru ini sahabat Pretty, Ade Nurul, mengungkapkan penyebab kematian temannya tersebut.
Menurut Ade, Pretty menderita sakit lambung dan paru-paru. "Pretty sudah sakit sejak ditahan. Dari paru-paru sampai lambung," ujar Ade Nurul dilansir dari CNN Indonesia pada Minggu (4/11).
Ade juga menceritakan sakit tersebut sudah diderita Pretty selama satu bulan terakhir. Bahkan berat badan Pretty turun drastis karena sakitnya ini dan susah makan.
"Sudah sekitar satu bulanan ini sakitnya," ungkap Ade. "Awalnya dia enggak bisa makan dan berat badan turun drastis sampai 30 kilogram."
Sebelum meninggal dunia di Rumah Sakit Pengayoman, Pretty ternyata juga sempat dirawat di rumah sakit lain. "Sempat masuk rumah sakit Bunda Mulia. Seminggu di sana, susah makan, di sana belum jelas diagnosanya sakit apa," tambah Ade.
Karena kondisi yang terus menurun, artis yang dikenal lewat perannya di sinetron "Saras 008" ini akhirnya dilarikan ke RS Polri pada Oktober lalu. Dari hasil CT Scan, bagian lambung dan paru-paru Pretty terdapat flek. Ade mengungkapkan ia dan teman-temannya sudah menjenguk dan berusaha membujuknya untuk makan, namun berat badan Pretty terus menurun hingga 40 kilogram.
"Susah banget makannya, sudah dijenguk sama saya dan teman-teman sambil bawa makanan, tapi susah makan," tuturnya. "Berat badannya turun jadi 40 kg. Tambah kurus."
Dari Rumah Sakit Polri, Pretty kemudian pindah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pengayoman. Saat itu kondisi kesehatan Pretty juga tak kunjung membaik.
Menurut Ade, Pretty juga semakin emosional dan marah jika ia tak kunjung datang membesuk. Karena kesibukan, Ade juga tak sempat menjenguk Pretty lagi sebelum meninggal dunia.
"Di situ Pretty sempat marah karena aku agak susah datang nengokin dia," kata Ade. "Aku memang belum sempat nengok dia."
"Biasanya cuma nanya aja, tapi dia ini marah," tambahnya. "Tumben makanya dia itu marah kaya gitu selama 20 tahun (berteman), karena sakit jadi gampang terpancing emosi."
Pretty ternyata juga sempat curhat kepada Ade tentang kondisi kesehatannya. Ade menuturkan Pretty terus mengalami mual dan bahkan sudah kesulitan berjalan sebelum meninggal dunia.
"Pretty sempat cerita kalau sudah enggak bisa jalan dan mual banget," ujar Ade. "Jam 06.00 WIB hari ini ternyata dia sudah enggak ada."
Sementara itu Pretty diamankan oleh pihak kepolisian pada 16 Juli lalu di sebuah hotel di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti saat menangkap Pretty. Diantaranya sabu 2,03 gram, ekstasi 23 butir dan narkoba jenis happy five 38 butir, serta uang tunai senilai Rp 25 juta.