Mengadaptasi teknologi baru dalam film live-action, pihak produksi mengaku alami kesulitan di bagian berikut ini.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 23 November 2018 - 17:16 WIB
WowKeren - Proyek live-action terbaru dari Fox, "Alita: Battle Angel" bisa dibilang sebagai film adaptasi yang paling dinantikan di tahun 2019 mendatang. Dari sejumlah trailer yang sudah dibagikan oleh Fox, tak dapat dipungkiri jika visual effect yang disuguhkan dalam film ini patut diacungi jempol.
Namun rupanya, membawa kisah "Alita: Battle Angel" ke layar lebar dan mengadaptasi teknologi baru ternyata bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Kesulitan selama produksi tentunya dihadapi oleh seluruh kru film. Hal ini pula lah yang diungkapkan oleh sang produser, John Landau.
"Bagian yang paling sulit dari merealisasikan karakter Alita terbagi menjadi dua. Pertama, sangat sulit untuk mencari ukuran yang pas bagi matanya. Dan di dalam semua itu ada kepalanya, kemudian pupilnya, bola matanya, semuanya saling berkaitan," ujar John dilansir Screen Rant pada Sabtu (23/11).
"Bukan hanya matanya, semuanya yang berhubungan dengan hal tersebut. Juga perbaikan dari mulutnya, dan bagaimana mulutnya bekerja dan bagaimana hal tersebut bisa menarik," lanjutnya.
Selain bentuk fisik Alita yang dibuat sedetail mungkin, John juga mengungkapkan bahwa kendala lainnya berasal dari efek visual untuk adegan laga. "Karena, dalam sebuah adegan laga (aksi), kita akan disuguhkan sudut yang lebar, tapi apa yang membuat adegan tersebut menarik adalah ketika kita melakukan close up saat momen itu dimana kita bisa melihat ekspresinya," tambahnya.
Secara keseluruhan, John menyebut bahwa ekspresi Alita adalah elemen yang paling sulit selama tahap produksi. "Jadi, jika kita tidak mendapatkan ekspresi wajah yang tepat, adegan tersebut akan gagal. Jadi, mulut dan bagian bawah dari wajah adalah bagian yang banyak menghabiskan waktu kami," pungkasnya.
Film ini akan berkisah tentang Alita, Cyborg amnesia yang ditolong oleh seorang ilmuwan dan asistennya. Ketika bahaya datang, Alita menemukan bahwa ia memiliki kemampuan bertarung luar biasa yang dapat digunakan untuk menyelamatkan teman-teman dan keluarganya. Bertekad untuk mengungkap kebenaran di balik asal-usulnya, Alita kemudian memulai perjalanan yang akan menuntunnya untuk merubah dunia.
"Alita: Battle Angel" sendiri merupakan film yang diadaptasi dari manga "Battle Angel Alita" karya Yukito Kishiro. Proyek live-action ini memang sudah lama direncanakan oleh sutrdara James Cameron. Namun semenjak proyek sekuel dari "Avatar" menyita perhatian sang sineas, film ini pun agak terbengkalai.
Oleh karena itu, James menunjuk Robert Rodrigez untuk menangani proyek ini, sedangkan ia sendiri dan rekannya Jon Landau akan menjabat sebagai produser. Proyek adaptasi manga ini akan didukung oleh perusahaan milik James, Lightstorm Entertaiment bersama dengan Fox.
Proyek live-action ini dibintangi oleh Rosa Salazar, Eiza González, Jennifer Connelly, Michelle Rodriguez, Christoph Waltz, Jackie Earle Haley, Mahershala Ali, Ed Skrein dan Casper Van Dien. Rencananya, "Alita: Battle Angel" akan dirilis pada tanggal 21 Desember mendatang.
(wk/luth)