Ketahui 7 Penyakit yang Rentan Menyerang Saat Musim Pancaroba dan Pencegahannya
Mayo Clinic
Health

Musim pancaroba sering dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit yang menyerang, berikut ulasannya.

WowKeren - Musim pancaroba adalah musim peralihan dari satu musim ke musim lainnya. Nah, saat ini di beberapa wilayah Indonesia tengah mengalami musim pancaroba, bahkan beberapa juga sudah turun hujan secara intens.

Saat musim pancaroba biasanya dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit yang menyerang. Hal ini disebabkan karena cuaca yang mengubah tekanan udara, suhu, serta komposisi udara. Hal ini menciptakan kondisi yang sesuai untuk tempat berkembangnya kuman dan virus di sekitar manusia.


Serangan kuman dan virus ditambah dengan daya tahan tubuh rendah akan menyebabkan seseorang mudah terserang penyakit. Sebut saja influenza, batuk, demam berdarah dan masih banyak lagi menjadi penyakit yang umum saat musim pancaroba.

Nah, agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut tentunya perlu dilakukan banyak pencegahan. Di bawah ini terdapat beberapa penyakit yang sering terjadi saat musim pancaroba sekaligus pencegahannya. Simak di sini.

(wk/nris)

1. Tips Mencegah Influenza


Tips Mencegah Influenza

Influenza adalah penyakit yang sangat umum terjadi ketika musim pancaroba. Menurut penelitian di Yale University, penurunan suhu meskipun hanya sedikit dapat membuat virus penyebab flu berkembang biak lebih cepat. Tak hanya itu, udara yang dingin saat musim hujan pun memicu perubahan pada sistem imun. Molekul yang berfungsi untuk mendeteksi virus di dalam sel dan memberi perintah pada sel untuk melawan virus menjadi kurang sensitif pada suhu dingin.

Penyakit yang lebih sering disebut dengan flu ini disertai dengan gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, pilek, sakit tenggorokan, mata perih dan masih banyak lagi. Penderita influenza memang cukup mudah sembuh, hanya butuh istirahat yang cukup dan minum obat. Penanganannya pun tidak memerlukan tindakan dokter. Kebanyakan orang sudah paham obat apa yang harus di minum.

Namun, penyakit ini tentu sangat mengganggu. Kalian tidak bisa beraktivitas dengan nyaman saat mengalaminya. Maka, untuk mencegahnya sebaiknya konsumsi makanan yang sehat yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, kalian juga perlu menjauhi sementara teman yang terkena penyakit ini karena dapat menular. Gunakan masker setiap hari saat sedang bepergian di cuaca yang dingin.

2. Batuk Sering Terjadi saat Musim Pancaroba


Batuk Sering Terjadi saat Musim Pancaroba

Ketika musim pancaroba tiba, salah satu penyakit yang kerap terjadi adalah batuk. Penyakit ini merupakan reaksi yang terjadi apabila sel-sel pada saluran udara di belakangan kerongkongan teriritasi. Iritasi ini memicu paru-paru untuk mengeluarkan udara dengan tekanan yang tinggi. Dengan batuk, saluran udara akan bersih dari iritan seperti asap dan lendir, serta mencegah infeksi.

Batuk juga sama mengganggunya dengan influenza. Seseorang yang menderita batuk juga akan mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, radang tenggorokan, nyeri pada tubuh dan lainnya. Untuk mencegahnya, kalian bisa menghindari makanan dan minuman yang dingin serta melalui proses penggorengan. Perbanyak juga minum air putih kalau perlu yang hangat.

3. Cegah Panas Dalam saat Musim Pancaroba


Cegah Panas Dalam saat Musim Pancaroba

Kalian pasti pernah mengalami sariawan, nyeri tenggorokan, bibir pecah-pecah, kan? Rangkaian penyakit tersebut biasanya kita sebut dengan panas dalam. Hal ini dapat timbul disebabkan tubuh kelelahan atau konsumsi makanan yang berminyak berlebihan.

Pada beberapa orang, panas dalam juga ditandai dengan badan pegal, diare, badan terasa mengeluarkan panas hingga sensasi terbakar yang tidak menyenangkan. Untuk mencegah terjadinya panas dalam, kalian harus menguatkan sistem imun, jaga pola makan yang sehat dan teratur. Selain itu, rutin berolahraga juga menjadi salah satu hal yang diperlukan untuk mencegahnya.

4. Kenali Gejala Demam Berdarah


Kenali Gejala Demam Berdarah

Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini rawan terjadi saat musim pancaroba di mana nyamuk semakin berkembang. Penyakit yang kerap disebut DBD ini menyebabkan tubuh mengalami demam tinggi, ruam pada kulit dan nyeri otot serta sendi.

Penyakit DBD tergolong sangat berbahaya lantaran gelajanya sama seperti sakit demam biasa. Hanya saja, siklus panasnya membentuk pelana kuda. Kalian juga perlu mengetahui bahwa demam berdarah dengan gejala hemorrhagic fever bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening. Bahkan bisa terjadi pendarahan dari hidung, gusi atau di bawah kulit.

Pencegahan untuk DBD sebenarnya sangat mudah. Kalian harus membersihkan rumah dari kotoran atau sampah yang memicu datangnya nyamuk. Bersihkan pula genangan air dan tutup penampungan air yang menjadi sarang berkembang biak nyamuk penyebab demam berdarah. Jangan lupa untuk mennggunakan obat anti nyamuk saat tidur.

5. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut Alias ISPA


Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut Alias ISPA

ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut sering kali dialami saat musim pancaroba. Infeksi ini menyerang saluran pernapasan atas, seperti saluran hidung, faring dan laring. Penyakit ini disebabkan banyaknya debu dan angin yang bercampur dengan kotoran dan kuman, termasuk bakteri serta virus penyebab ISPA. Resiko terserang penyakit ini semakin besar karena kekebalan tubuh yang menurun karena cuaca.

Gejala ISPA biasanya berlangsung selama 3-14 hari dan akan reda dengan sendirinya. Namun, jika gejala yak kunjung reda setelah dua minggu, sebaiknya segera konsultasikan hal ini ke dokter. Kalian juga bisa mencegah timbulnya penyakit ini dengan mengonsumsi makan sehat yang kaya vitamin C, hindari kontak dengan penderita ISPA dan rajin mencuci tangan setelah melakukan kegiatan apapun.

6. Waspada Diare saat Musim Pancaroba


Waspada Diare saat Musim Pancaroba

Tak hanya saluran pernapasan, masalah pada pencernaan seperti diare juga sering terjadi saat musim pancaroba. Hal ini dapat terjadi karena pengolahan bahan makanan yang tidak baik seperti terkena hujan atau banjir.

Saat mengalami diare, gejala yang dialami adalah demam dan frekuensi buang air besar menjadi lebih sering. Jika kalian mengalami 10 hingga 20 kali ke kamar mandi dalam satu hari, hal itu menandakan diare sudah akut dan sangat berbahaya. Penderita memerlukan penanganan dokter. Selain itu, 10 bahan alami ini akan sangat berguna dalam proses penyembuhan, simak di sini.

7. Gangguan Ginjal Kerap Terjadi saat Musim Pancaroba


Gangguan Ginjal Kerap Terjadi saat Musim Pancaroba

Suhu tinggi saat musim pancaroba menyebabkan sebagian orang mengalami dehidrasi. Hal ini menyebabkan ginjal bekerja lebih berat dan mengakibatkan ganguan. Selain gangguang ginjal, infeksi saluran kemih juga kerap terjadi, lho.

Perlu kalian ketahui bahwa infeksi saluran kemih paling sering terjadi pada wanita. Hal ini disebabkan kurangnya menjaga kebersihan daerah intim, pemakaian produk kewanitaan beraroma, pantyliner dan masih banyak lagi. Lebih jelasnya kalian bisa simak di sini.

Nah, secara garis besar, untuk mencegah berbagai penyakit, yang harus dilakukan adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Kalian dapat melakukannya dengan berbagai makan sehat, simak di sini.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait