Seperti apa perjuangan Ifan Seventeen meloloskan diri dari hantaman tsunami di Pantai Anyer?
- Diah Candra Trisanti
- Selasa, 25 Desember 2018 - 10:35 WIB
WowKeren - Menjadi korban tsunami di Pantai Anyer atau tsunami Selat Sunda, Ifan Seventeen berhasil selamat. Namun bukan berarti ia selamat begitu saja, Ifan rupanya masih harus berjuang melawan hantaman tsunami.
Seperti diketahui, grup Seventeen tengah mengisi acara saat peristiwa sedang terjadi. Air pasang langsung menghantam panggung Seventeen. Seketika, semua orang berhamburan.
Hanya Ifan yang selamat. Herman Sikumbang (Gitaris), Andi (drummer), Bani (Bassis) menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Road manajer, Oky Wijaya dan Ujang sebagai kru Seventeen juga meninggal.
Lantas, seperti apa perjuangan Ifan Seventeen meloloskan diri dari hantaman tsunami? Dilansir WartaKota pada Selasa (25/12), Ifan rupanya sempat menceritakan perjuangan hidupnya kepada Menteri Tenaga Kerja, Muhammad Hanif Dhakiri.
"Jadi tuh memang air (air laut pasang atau tsunami) datang dari belakang panggung," ujar Ifan. "Saya dalam keadaan setengah sadar, saya merasa tuh kepala saya tertiban rijing panggung dan badan saya kelilit kabel."
Hampir dua jam Ifan terombang-ambing di lautan. Ia pun hanya bisa berpasrah diri kepada Tuhan.
"Jadi saya terseret air ke lautan. Kemudian saya merasakan terombang ambing di tengah lautan," tambah Ifan. "Saya sempat berpikir saya enggak akan bisa bertahan hidup. Tapi alhamdulillah, saya bisa bertahan hidup."
Dalam kejadian itu, Ifan juga harus kehilangan istri tercintanya, Dylan Sahara. Meski bersedih, Ifan tetap terlihat tegar. Rencananya, jenazah Dylan akan dimakamkan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
(wk/diah)