Pada bulan Maret lalu ternyata Steve Emmanuel pernah membantu salah satu temannya untuk sembuh dari ketergantungan narkoba.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Kamis, 27 Desember 2018 - 08:09 WIB
WowKeren - Pesinetron Steve Emmanuel membawa berita tak mengenakan dengan kabar ditangkap polisi karena terjerat kasus narkoba. Menurut polisi, Steve juga diduga telah menyelundupkan narkoba. Saat ini Steve dikabarkan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Pihak kepolisian juga berjanji akan merilis pernyataan tentang Steve setelah selesai melakukan pemeriksaan. "Besok ya. Siang kita rilis, Pak Kabid Humas yang rilis kayaknya," tutur Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz pada Rabu (26/12).
Erick juga sempat membeberkan sedikit soal barang bukti yang disita dari penangkapan Steve. Namun, untuk lebih lengkap akan disampaikan dalam agenda rilis yang rencananya akan digelar Kamis (27/12). "Jenis narkoba Steve kokain, ya, asal dan jumlahnya besok," kata Erick.
Steve dikabarkan telah ditangkap pada Jumat (21/12) malam di lobby Kondominium Kintamani A/17/6, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Hal tersebut dibenarkan oleh Kombes Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi.
"Iya betul, kami tangkap Jumat malam kemarin," kata Hengky seperti dilansir dari Kumparan pada Kamis (27/12).
Sementara itu, penangkapan Steve tersebut terasa ironis. Pasalnya, aktor berusia 35 tahun ini ternyata pernah membantu temannya untuk sembuh dari ketergantungan narkoba.
"Dia bukan artis. Dia dulu nyuntik dan saya sampai beliin obat untuk cuci darah atau apa. Kan parah ya, sampai gemetar kalau sakau, tapi dia enggak sembuh-sembuh juga, bahkan dia sudah kena HIV," cerita Steve saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada awal Maret lalu. "Akhirnya, enggak tahu deh, dia sekarang meninggal apa gimana."
Saat itu, Steve mengaku sedih sekaligus miris bila mengetahui rekan artis terjerat narkoba. Mantan kekasih dari Andi Soraya ini juga menuturkan bahwa mereka yang ketergantungan narkoba memerlukan pertolongan berupa pengobatan, bukan malah dijebloskan ke dalam penjara.
"Mungkin mereka cuma iseng saja, tapi sial dan kena," lanjut Steve. "Saya sih enggak pernah berharap mereka kena hukuman yang panjang, karena saya enggak percaya kalau penjara itu bisa menyelesaikan masalah."
Steve juga lebih setuju bila pengguna narkoba seharusnya direhabilitasi, bukan dimasukkan ke dalam penjara. Menurut Steve, bila pemakai narkoba yang dipenjara juga jarang punya niatan baik akan berhenti mengonsumi barang haram tersebut.
"Kalau pun direhab, mereka mau jauh-jauh dari zat-zat berbahaya itu, ya, mereka akan sembuh," sambung Steve. "Tapi, kalau mereka enggak punya niat baik, di penjara apalagi, di dalam masih bisa make."
Steve mengatakan untuk menghindari narkoba dalam pergaulan bukanlah sesuatu yang mudah. Ia juga menambahkan dibutuhkan adanya kesadaran dalam diri sendiri agar tak menyentuh narkoba.
"Buat saya, yang namanya nyoba sih, boleh-boleh saja, tapi jangan sampai ngebuat ambisi lo enggak panjang," tambah Steve. "Narkoba kan, enggak membuat jalan lo lebih mulus. Misalnya, saya sampai sekarang masih merokok. Tapi ya, diimbangi sama ambisi yang tinggi."
Steve juga menuturkan bahwa narkoba bisa diimbangi dengan ambisi dan agama, bila niatnya hanya sekedar iseng. Namun jika sudah kelewat batas, maka tentunya barang haram tersebut dapat mengancam diri sendiri.
"Kalau lo punya ambisi tinggi, cuma iseng-iseng saja, lo masih bisa lawan dengan ambisi, atau dengan agama, dengan prinsip moral, dengan goals," imbuh Steve. "Karena, rata-rata pengguna enggak tahu arahnya kemana. Jangan sampai makan porsi kehidupan lo lebih besar dari kesempatan lo untuk berkembang."
(wk/tria)