Tidak hanya yang berbau politik, masih ada gerhana yang dapat disaksikan dari Indonesia hingga SEA Games 2019 yang patut kalian tunggu.
- Jan 1, 2019
WowKeren - Gerhana matahari maupun bulan rutin terjadi setiap tahunnya. Pada 2019 ini, akan terjadi lima gerhana, yakni gerhana matahari parsial pada 5 Januari, gerhana bulan total pada 20 Januari, gerhana matahari total 2 Juli, gerhana bulan parsial 17 Juli dan gerhana matahari cincin 26 Desember.
Namun, sayangnya tidak semua lima gerhana tersebut bisa diamati dari Indonesia. Masyarakat Tanah Air hanya bisa menyaksikan langsung dua fenomena alam yang indah tersebut, yakni gerhana bulan parsial pada 17 Juli dan gerhana matahari cincin pada 26 Desember.
Gerhana bulan parsial merupakan peristiwa ketika sebagian wajah bulan saja yang masuk atau terhalang bayangan umbra bumi. Ketika puncak gerhana, kita tidak dapat melihat bulan hingga berubah warna menjadi merah, melainkan hanya tampak seperti "tergigit".
Fenomena satu ini tidak hanya bisa diamati dari Indonesia namun juga Amerika Selatan, Afrika, Eropa, Asia dan Australia. Gerhana Bulan parsial mulai dapat diamati dari pukul 01:43 WIB, ketika masuk bayangan penumbra. Gerhana parsial akan dimulai puluk 03:01 WIB, puncaknya 04:30 WIB.
Beralih ke gerhana kedua, yaitu gerhana matahari cincin yang bakal terjadi akhir tahun. Fenomena yang indah ini membuat kita dapat menyaksikan matahari yang tadinya bulat berubah menjadi cincin yang dijuluki sebagai "Ring of Fire".
Gerhana matahari juga hanya bisa disaksikan di beberapa lokasi yakni Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat arab, Oman, India, Sri Langka, Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia dan berakhir di Samudera Pasifik. Lokasi di Indonesia dengan durasi gerhana cincin paling lama adalah Pulau Kelong, dekat Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dengan durasi sekitar 3 menit 40 detik.
(wk/nris)