Banyak Tunggakan, Sandiaga Uno Sebut Pemerintah Salah Kelola BPJS
Instagram/sandiuno
Nasional

Pengelolaan BPJS yang kurang tepat membuat badan yang satu ini banyak berutang ke pihak rumah sakit.

WowKeren - Beberapa rumah sakit telah melakukan pemutusan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Fenomena ini membuat calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno angkat bicara.

Menurut Sandi, pemutusan hubungan kerja tersebut disebabkan adanya kesalahan dalam pengelolaan BPJS yang menyebabkan badan tersebut memiliki banyak utang. Padahal, pembentukan BPJS sendiri bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik pada masyarakat. Padahal, hal tersebut sudah dicantumkan dalam Undang-Undang.


"Ya ini yang disampaikan bahwa ada kesalahan pengelolaan dan salah urus dari pemerintah terhadap BPJS," kata Sandi di Banten, Minddu (6/1). "Bahwa BPJS ini menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan masyarakat yang sudah diamanatkan melalui undang-undang."

Banyaknya tunggakan utang BPJS terhadap rumah sakit, membuat pihak rumah sakit harus membayar sendiri keperluan medis yang diperlukan. Sehingga, BPJS tidak mampu memberikan layanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat.

Sandi menuturkan jika ia memiliki kesempatan, ia akan mengubah manajemen keuangan BPJS Kesehatan. Ia akan berusaha agar BPJS tidak lagi berhutang pada pihak rumah sakit sehingga hal tersebut tidak akan membebani pelayanan kesehatan yang diberikan untuk masyarakat.

"Dan juga kita harapkan ke depan bahwa BPJS ini juga hadir dengan pengelolaan yang lebih profesional," terang Sandi. "Dengan menghitung secara aktuaria, berapa sih yang diperlukan, berapa juga pola yang ke depan sistemnya yang tidak membebani layanan kesehatan."


Banyaknya warga yang berobat, menurut Sandi juga tak lepas dari gaya hidup masyarakat itu sendiri. Gaya hidup yang baik akan membuat manusia tetap sehat. Sebaliknya, gaya hidup yang kurang baik ikut menyumbang terjadinya gangguan kesehatan pada tubuh manusia.

Oleh sebab itu, Sandiaga juga akan mendorong masyarakat untuk mengatur pola hidupnya. Dengan gaya hidup yang sehat, masyarakat bisa menekan biaya kesehatan.

"Kita ke depan juga mendorong promotif preventif," ujar Sandi. "Bahwa masyarakat harus bergaya hidup sehat supaya biaya kesehatan bisa menurun."

Sandi menuturkan bahwa masalah masyarakat yang satu ini harus didahulukan. Apalagi menyangkut masalah kesehatan.

"Defisit itu permasalahan elite, tapi kalau permasalahan masyarakat itu harus didahulukan," tambah Sandi. "Kesehatan masyarakat tidak boleh dilupakan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...