KPU Serahkan Soal Bocoran Debat Capres, Timses Tak Boleh Bocorkan
Nasional

KPU memastikan bahwa dua amplop yang diserahkan ke kedua Paslon berisi kisi-kisi yang sama.

WowKeren - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyerahkan kisi-kisi soal debat Capres perdana kepada kedua paslon pada Kamis (10/1) malam. Kisi-kisi tersebut terdiri dari dua puluh pertanyaan yang dibuat oleh tim panelis yang terdiri dari enam anggota.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan bahwa kisi-kisi tersebut sudah dibahas dan ditajamkan oleh keenam anggota tim panelis. Untuk itu, menurutnya tidak ada lagi alasan menunda-nunda penyerahan soal-soal tersebut.


"Pada intinya, soal kami serahkan hari ini," kata Pramono di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Kamis (10/1). "Saya pikir tidak ada alasan untuk menunda-nunda penyerahan soal lebih dari hari ini."

Pada dasarnya, debat Capres dilaksanakan untuk mendalami visi dan misi masing-masing kandidat dalam menghadapi persoalan bangsa yang dituangkan dalam program-program mereka. Sehingga, pihak KPU mendesain format pertanyaan sedemikian rupa agar bisa mencakup semua muatan itu.

"Supaya semua visi dan misi para calon pemimpin bisa tersampaikan," terang Pramono. "Dan diterima oleh masyarakat."

Pramono memastikan bahwa dua puluh soal yang diserahkan ke kedua Paslon bukan merupakan pilihan ganda maupun hafalan. Sebab, ia tak ingin debat Capres-Cawapres tak ubahnya lomba pidato.

"Ini soal bukan multiple choice, bukan juga soal yang menuntut hafalan," tegas Pramono. "Sebab debat ini bukan lomba pidato."

Untuk memastikan kisi-kisi soal tak bocor ke publik, Pramono meminta perwakilan Paslon untuk menandatangani surat pernyataan. Pernyataan tersebut berisi perjanjian bahwa kedua Paslon tidak boleh menyebarluaskan isi dari kisi-kisi tersebut.

"Ketika menyerahkan kepada masing-masing wakil Paslon mereka juga sudah menandatangani surat pernyataan," terang Pramono. "Bahwa daftar pertanyaan ini bukan untuk disebarluaskan, kecuali diberikan kepada pasangan calon."

Selebihnya, untuk pembahasan lebih lanjut mengenai kisi-kisi tersebut Pramono menyerahkan itu semua pada masing-masing kandidat. Paslon boleh membahasnya bersama konsultan atau orang-orang terdekat mereka, asalkan tidak bocor ke publik.

"Nanti terserah pasangan calon untuk membukanya, membahasnya dengan lingkungan yang sangat terbatas, mungkin dengan konsultannya dan sebagainya," sambungnya.

Pramono memastikan bahwa bocoran soal yang disampaikan ke kedua Paslon tidak dibedakan. "Kita pastikan dua amplop yang kita berikan kepada kedua wakil paslon ini adalah sama," tutur Komisioner KPU.

You can share this post!

Related Posts