New York Times Hingga ABC News, Bebasnya Ahok Jadi Sorotan Dunia
Instagram/basukibtp
Nasional

Berita bebasnya Ahok tak hanya santer di kalangan masyarakat Indonesia, tapi media asing juga ikut memberitakan dirinya.

WowKeren - Kamis (24/1) Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama alias Ahok resmi bebas murni setelah menjalani masa hukuman di Mako Bromob. Bebasnya Ahok pun santer menjadi pembicaraan tak hanya publik tapi juga warganet. Bahkan, berita bebasnya Ahok juga diliput oleh media asing.

The New York Times (NYT) misalnya. Media ternama asal Amerika Serikat tersebut memuat berita bebasnya Ahok dalam judul "Christian Politician in Indonesia Is Freed After Blasphemy Prison Term".

"Pada hari Kamis, Basuki Tjahaja Purnama, mantan gubernur ibukota Indonesia, Jakarta dibebaskan dari penjara," tulis NYT pada Rabu (23/1) waktu setempat. "Setelah menjalani hampir dua tahun karena penistaan terhadap Islam."

Selain NYT, ada juga Washington Post yang memuat berita bebasnya Ahok dengan judul "Governor Convicted of Blasphemy Freed from Indonesian Prison". Di awal artikel tersebut, disebutkan bahwa Ahok meninggalkan kantor polisi Kamis pagi ditemani oleh keluarganya. Hal itu untuk menghindari para pendukung Ahok (Ahokers).


"Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama, mantan gubernur Jakarta, meninggalkan penjara polisi paramiliter di luar ibukota Kamis pagi," tulis Washington Post mengutip perkataan Sakti Budiono selaku staf pribadi Ahok, Kamis (24/1). "Dengan anggota keluarganya."

Ahok dibebaskan tiga setengah bulan lebih awal berkat remisi yang diterimanya. Remisi diberikan dalam rangka hari libur nasional dan juga perilaku baik dari narapidana itu sendiri. Hal ini juga termuat dalam media terkemuka Australia, ABC News.

"Ahok telah dibebaskan tiga setengah bulan lebih awal di bawah undang-undang remisi tahanan Indonesia," tulis ABC News di situs resminya pada Kamis (24/1). "Di mana tahanan diberikan keringanan hukuman pada hari libur umum dan untuk perilaku yang baik."

Dalam artikel tersebut, Direktur Pusat Hukum Indonesia, Islam dan Masyarakat Universitas Melbourne, Tim Lindsey, mengatakan bahwa pembebasan Ahok terjadi saat kondisi politik Indonesia sedang dalam masa sensitif. Yakni tiga bulan menjelang Pilpres.

"Apapun yang terjadi saat ini," kata Lindsey dilansir ABC News pada Kamis (24/1). "Yang berhubungan dengan politik agama atau Joko Widodo alias Jokowi akan berdampak."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait